Danai Refinancing, XL Raih Utang Rp 2,5 Triliun

Operator seluler PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengantongi kredit senilai Rp2,5 triliun dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/8).

Disebutkan, perjanjian kredit dilakukan pada 3 Agustus 2012 lalu. Fasilitas kredit tersebut berjangka waktu maksimal 5 tahun dengan batas waktu penarikan maksimal 12 bulan. Kata Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi, dana ini untuk membiayai kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) dan pembayaran kembali (refinancing) utang jatuh temp, “Tujuannya untuk 'capex' dan 'refinancing'," tuturnya.

Pada awal tahun, XL sudah mendapatkan pinjaman sekitar Rp3 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk. Februari 2012, XL juga mengantongi dana pinjaman Rp1 triliun dari Bank Mandiri. Bahkan, XL sudah mencairkan sebagian pinjaman atau Rp280 miliar dari plafon Rp1 triliun dari Bank of Tokyo Mitsubishi.

Pada tahun ini, XL mengalokasikan belanja modal sekitar Rp8 triliun, 60% dari belanja modal tersebut untuk meningkatkan infrastruktur 3G sebagai penunjang layanan data yang menjadi fokus korporasi.

Sementara di kuartal II-2012, XL Axiata telah membangun 2.290 menara Base Transceiver Station (BTS) 3G terbaru dan merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah perusahaan. Jumlah pelanggan XL tumbuh 18% menjadi 45,9 juta pelanggan.

Selain itu, hingga akhir tahun ini XL memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp900 miliar. Oleh sebab itu, XL membiayainya lewat pinjaman perbankan sekitar 70 persen dan sisanya 30% melalui kas internal perseroan.

Paruh pertama tahun ini, XL sudah melunasi utang jatuh tempo sekitar Rp2,1 triliun, meningkat dari Rp10 triliun pada semester I-2011 menjadi Rp12,7 triliun pada semester I-2012. Saham EXCL awal pekan kemarin naik Rp150 ke Rp6.800 dengan colume 3.110 saham senilai Rp10,7 miliar sebanyak 388 kali transaksi. (bani)

BERITA TERKAIT

VIVA Percepat Lunasi Utang US$ 252 Juta - Pangkas Beban Utang

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang positif, VIVA Group berambisi memangkas beban utang. Teranyar, perseroan telah melakukan percepatan…

RNI Raih Award Predikat Sangat Bagus

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) berhasil meraih “Infobank Award” untuk kategori BUMN sektor perkebunan atas kinerja keuangan terbaik tahun…

Nilai Emisi Obligasi Capai Rp 115,03 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi surat utang atau obligasi sejak awal tahun hingga Oktober 2017 ini mencapai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…

KPEI Sosialisasikan Kualitas Agunan

Demi meningkatkan kehatian-hatian transaksi, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi kepada para anggota kliring mengenai peningkatan kualitas agunan.…