Infrastruktur Jadi Kunci Daya Saing Indonesia - Gaet Minat Investor

NERACA

Jakarta - Peningkatan infrastruktur Indonesia diperkirakan menjadi komponen kunci dalam upaya negara untuk menarik investasi lebih besar bagi ekspansi ekonomi Indonesia. Pembangunan infrastruktur merupakan tantangan utama yang harus segera diatasi oleh Indonesia.

Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, angka-angka yang menunjukkan bahwa peringkat tahunan Indonesia untuk kualitas infrastruktur meningkat terus selama empat tahun terakhir. "Infrastruktur merupakan salah satu faktor kunci bagi daya saing Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Senin (6/8).

Berdasarkan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), untuk kualitas infrastruktur jalan, Indonesia meraih peringkat 105 pada tahun 2008, peringkat 95 pada tahun 2009, peringkat 84 pada tahun 2010 dan peringkat 83 pada 2011. Lebih lanjut Hermanto mengatakan bahwa, pembangunan infrastruktur masih merupakan tantangan besar yang harus diatasi Indonesia.

“Negara ini perlu berinvestasi besar dalam rangka meningkatkan daya saing, dan peraturan pembebasan tanah untuk kepentingan umum yang diberlakukan pada tahun 2011 akan sepenuhnya diimplementasikan sebagai keputusan presiden pada akhir tahun ini,” ujarnya.

Masalah pembebasan tanah telah lama menjadi kendala utama terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya pembangunan jalan tol, dengan ketidakpastian dalam proses sehingga sulit bagi kontraktor untuk menilai risiko dan mengakses pembiayaan dari bank. Dengan mendorong implementasi regulasi tersebut ke depan diharapkan dapat membantu mempercepat bergulirnya proyek-proyek baru.

Hermanto mengatakan, sekitar Rp 1900 triliun, dijumlahkan secara keseluruhan antara Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Kementerian Koordinator Perekonomian, akan menyediakan pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur besar di dan inisiatif lainnya dalam waktu lima tahun sampai 2014. Dari proyek-proyek dan inisiatif tersebut kebutuhan investasi untuk pembangunan infrastruktur pekerjaan umum berjumlah kira-kira Rp689 triliun, di mana pemerintah pusat akan membiayai sekitar Rp 272 triliun.

"Rp 560 triliun akan dianggarkan dari APBN, Rp 155 triliun dari pemerintah daerah, dan Rp 685 triliun akan disediakan oleh sektor swasta, termasuk BUMN, sedangkan sisanya masih akan dibahas bagaimana kekurangan tersebut akan didistribusikan," katanya. Dia menambahkan bahwa pemerintah bekerja untuk meningkatkan konektivitas antara pusat-pusat ekonomi Indonesia dengan hubungan lebih erat lagi dengan pemerintah daerah dalam upayanya untuk meningkatkan jaringan jalan.

Koridor Ekonomi

Sekitar 80% aktivitas ekonomi Indonesia terjadi di Jawa dan Sumatera, di mana di Jawa, 80% dari kegiatan ekonomi, terkonsentrasi di Jawa Bagian Utara dan Sumatera Bagian Barat 80% dari bebannya terkonsentrasi di Sumatera Bagian Timur.

“Saat ini kami sedang mengembangkan koridor ekonomi di kedua Jawa Bagian Utara dan Sumatra Bagian Timur sambil memperbaiki konektivitas dalam koridor-koridor utama yang sibuk akan berlanjut secara signifikan untuk pertumbuhan ekonomi yang pesat,” terang Hermanto.

Sementara, koridor Sumatera Bagian Timur akan termasuk kelompok agro-industri kelapa sawit Sei Mangkei, sedangkan di Jawa Bagian Utara akan meliputi wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) dan menghubungkan kedua koridor ini adalah daerah strategis Selat Sunda, termasuk pembangunan Jembatan Selat Sunda.

BERITA TERKAIT

Lima Kunci Penting Puasa Sehat

Tak terasa puasa sudah berjalan sekitar dua minggu. Rasanya tubuh sudah mulai terbiasa, tetapi orang sebaiknya tetap menjaga agar puasa…

Pasar Murah Asa Masyarakat Kecil Sambut Lebaran - Menjangkau Daya Beli Masyarakat

Tingginya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di hari raya. Apalagi, bagi…

Chevrolet Colorado Centennial Ludes Terjual di Indonesia

Chevrolet Indonesia mengumumkan bahwa Colorado Centennial Edition yang tersedia sebanyak 25 unit telah habis terjual, setelah kendaraan pickup khas Amerika…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…