Bidik CAR 14%, Bank DKI Rencanakan IPO Tahun Depan

NERACA

Jakarta – Menyusul kesuksesan penawaran saham perdana PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM), PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta juga bakal mengikuti pendahulunya dan akan IPO di tahun 2013.

Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan, rencana penawaran umum perdana atau IPO pada 2013 mendatang masih menunggu putusan tambahan modal yang diajukan dalam APBD Perubahan senilai Rp250 miliar,”Kami sedang ajukan di APBD Perubahan 2012, mudah-mudahan diputus juga Rp250 miliar, jadi totalnya Rp500 miliar," katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Selama ini Bank DKI telah mendapatkan kucuran dana senilai Rp250 miliar dari Pemda DKI, seperti yang ada dalam APBD 2012. Namun, pihak perseroan masih menunggu perkembangan penyertaan modal pemerintah (PMP) dan nantinya jika kebutuhan harus dipenuhi lewat IPO, maka segera langsung dieksekusi.

Dia menuturkan, Bank DKI membutuhkan dana mencapai Rp950 miliar hingga 2014 mendatang. Dana tersebut untuk mencapai rasio kecukupan modal (CAR) 14%, “Kebutuhan modal kami hingga 2014 itu Rp950 miliar untuk pencapaian CAR 14%,"ungkapnya.

Menurutnya, rencana IPO bukan semata-mata hanya untuk meningkatkan permodalan saja, tetapi juga bertujuan memperbaiki kualitas pengelolaan Bank DKI. Rencananya, keputusan Bank DKI akan IPO baru akan ditetapkan pada akhir kuartal ke-IV tahun ini.

Sementara dalam laporan keuangan semester 1 2012, Bank DKI tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 39,17% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan aset Bank DKI ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang naik sebesar 43,11% menjadi Rp20,35 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,22 triliun.

Pertumbuhan terbesar didominasi produk dana simpanan berjangka sekitar 56,10%, giro sekitar 34,83% dan tabungan sekitar 30,7%. "Komposisi deposito memang masih tinggi. Padahal, manajemen telah beberapa kali penurunan suku bunga deposito, namun kepercayaan deposan tetap baik," ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

3 Tahun Evaluasi Ekonomi Jokowi-JK

    Oleh: Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF               Presiden Jokowi-JK punya dua jurus yang selalu dibawa kemanapun ia…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…

Bank Sumut Minta Disuntik Modal Rp600 miliar

  NERACA Medan - PT Bank Sumut membutuhkan suntikan atau penambahan modal Rp600 miliar khususnya dari Pemerintah Provinsi Sumut untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Chandra Asri Raih Peringkat Ba3 dari Moody’s

Moody's Investors Service menyematkan peringkat Ba3 terhadap surat utang yang akan diterbitkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Chandra Astri…

BFIN Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 7,75%

PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan III tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp835…

Pefindo Tawarkan Kredit Mudah dan Cepat

Proses analisa aplikasi kredit baru maupun pemantauan kredit debitor eksisting kini semakin cepat, efisien dan mudah. Cukup dengan dengan menjadi…