Kawasaki Tantang Yamaha dan Honda Bikin Moge

Sebagai alah satu pabrikan motor besar tersukses yaitu Kawasaki terus melakukan inovasi dalam produk motor besarnya. Kawasaki sendiri berharap agar semua pabrikan motor memproduksi motor besar. Pabrikan yang sangat diharapkan membuat motor besar adalah Yamaha dan Honda.

Menurut Direktur Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia Mitsuhiko Okada Kawasaki sangat berharap pabrikan motor lain seperti Honda dan Yamaha tidak ragu memproduksi motor-motor ber-cc besar. Hal itu ternyata berpangkal pada Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). "PPnBM Indonesia lebih besar dari Jepang dan Amerika. ER6 dan Ninja ZX-6 saja untuk bayar bea masuk, pajak dan lainnya sudah 75 persen," katanya.

Padahal kalau bea masuk ini diturunkan, dirinya yakin Indonesia akan booming moge. "Hitungannya, ZX-6 yang sekarang Rp 220 jutaan bisa kita jual Rp 120 juta kalau PPnBM tidak ada," lugasnya.

Okada berharap jika pemain motor besar banyak di Indonesia, siapa tahu pajak ini bisa diturunkan. Untuk itu, dia berharap pemain-pemain besar seperti Yamaha dan Honda jangan terus main di motor kecil, tapi juga sudah memilikirkan untuk bermain di motor berkapasitas mesin besar. "Saya selalu ngomong, ayo Honda, ayo Yamaha, bawa motor besar. Kalau banyak yang main kan kita bisa tekan bersama-sama," tuntasnya.

Untuk urusan uang muka kendaraan, Kawasaki menurut tidak memiliki masalah meski angkanya dinaikkan. Sebab, para pembeli motor Kawasaki kebanyakan sudah membeli motor dengan uang muka di atas 20 persen, jadi kenaikan jadi 30 persen dianggap tidak masalah. "Kalau soal DP kita tidak masalah. Karena pembeli kita DP-nya sudah besar. Yang kita pusing itu PPnBM," katanya.

Sedangkan menurut pihak Yamaha yang diwakilkan oleh GM Promotion and Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Eko Prabowo bila hal itu bisa dilakukan, maka akan sangat mungkin harga moge di Indonesia akan makin terjangkau dan moge akan menjadi tren baru di Indonesia.

“kalau Yamaha hingga saat ini belum berniat untuk turun di segmen motor bermesin besar. Dia menuturkan kalau segmen motor berkapasitas mesin kecil masih sangatlah besar dan potensial untuk digarap. Marketnya kecil. Untuk sementara itu, kita masih konsentrasi di mass product," terang Eko.

Namun, meski begitu, bila suatu saat nanti Yamaha sudah berubah haluan atau ada konsumen yang menginginkan motor besar, Yamaha Indonesia menurut Eko tinggal membawanya karena Yamaha sebenarnya sudah memiliki barisan motor besar. Untuk motor besar kan sudah diproduksi di Jepang, kalau memang minat bisa impor," cetusnya.

Eko juga mengakui selain memang sedang berkonsentrasi pada pemenuhan kebutuhan motor bermesin kecil, keengganan Yamaha untuk membawa motor besar memang terkait di masalah pajak yang besar yang membuat harga motor besar jadi sedemikian tinggi. "Jadinya akhirnya tidak banyak orang yang menikmati, hanya kalangan pehobi saja," lugas Eko.

BERITA TERKAIT

KPK Lelang Tanah dan Bangunan Budi Susanto

KPK Lelang Tanah dan Bangunan Budi Susanto NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang tanah dan bangunan mantan…

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel - FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter NERACA Cirebon - Tidak banyak kampus di negeri ini…

Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60% - Hotel dan Residensial Beri Kontribusi

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Brio Satya Jadi Model Terlaris Honda Pada September 2017

Honda mencatatkan angka penjualan kendaraan sebanyak 15.112 unit sepanjang bulan September 2017. Penjualan tersebut didukung beberapa model andalan, terutama Brio…

Diskon Besar

Federasi pembuat mobil Jerman memperkirakan adanya kenaikan penjualan mobil tahun 2017 menyusul langkah cepat konsumen untuk membeli mobil baru yang…

Crown Rancangan Ulang Dipamerkan di Tokyo Motor Show

Toyota Motor Corporation (TMC) dijadwalkan akan memamerkan Crown Concept, sedan mewah Toyota yang dirancang ulang dari nol, di Tokyo Motor…