Pembangunan Kilang Gas Donggi Senoro Capai 55%

NERACA

Jakarta - Pembangunan proyek kilang gas alam cair Donggi Senoro di Sulawesi Tengah sudah mencapai 55% sampai Juli lalu. Hal tersebut telah melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 43%. Tak hanya itu, Direktur Pengembangan Aset PT Medco E&P Indonesia Eka Satria telah mengungkapkan pengembangan proyek ini akan menguntungkan Indonesia, pembangunan daerah dan para pemangku kepentingan.

“Pendapatan yang signifikan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah sekitar US$6,4 miliar, selain itu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan multiplier effect untuk bisnis potensial lainnya,” ujarnya di sela-sela acara buka puasa bersama wartawan, Rabu malam (1/8).

Untuk konstruksi tangki LNG, sudah dalam tahap persiapan pemasangan atap rangka baja, terutama untuk areal kilang yang sedang dikerjakan. Sedangkan untuk pelabuhan LNG dalam tahap pemancangan pipa. Proyek pengembangan gas Blok Senoro merupakan salah satu dari lima proyek pengembangan utama dari PT Medco Energi Internasional Tbk. "Pekerjaan proyek mengalami kemajuan yang memuaskan dan sebentar lagi Indonesia memiliki proyek LNG ke empat," lanjut Eka.

Gas blok ini diperkirakan menghasilkan 250 juta kaki kubik per hari (mmscfd) yang dipasok untuk PT Donggi Senoro LNG (DSLNG). Medco memiliki 30% hak partisipasi pada blok tersebut, sementara sisanya 50% milik Pertamina dan 20% milik Mitsubishi. Produksi gas dari Blok Senoro ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV/2014. Meski, kemajuan proyek kilang menunjukkan kemajuan yang signifikan, Direktur Umum PT DSLNG Andy Karamoy mengatakan selesainya proyek tetap sesuai jadwal. "Paling cepat akhir 2014, tidak bisa lebih cepat lagi," ujarnya.

Kilang LNG Donggi Senoro dengan single train memiliki kapasitas 2,1 juta ton per tahun (MTPA) diperkirakan onstream pada 2014. Saat ini total LNG sebesar 2,1 MTPA tersebut sudah akan dibeli oleh Chubu dan Kyusu (Jepang) serta Kogas (Korea). Kilang LNG Donggi Senoro dibangun PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang didirikan 28 Desember 2007. Semula, pemegang saham PT DSLNG adalah, Pertamina Energy Services Pte Ltd (29%), PT Medco LNG Indonesia (20%), dan Mitsubishi Corporation (51%).

Terhitung Februari 2011, struktur kepemilikan berubah menjadi PT Pertamina Hulu Energi (29%), PT Medco LNG Indonesia (11,1%) dan Sulawesi LNG Development Ltd (59,9%). Sulawesi LNG Development merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki Mitsubishi Corporation (75%) dan Kogas (25%). Adapun nilai proyek kilang LNG Donggi Senoro diperkirakan mencapai US$2,8 miliar.

BERITA TERKAIT

Pelanggan Multi Ocean Shipyard Telan Pil Pahit - Menelan Kerugian Capai US$ 100 Juta

NERACA Jakarta – Terbebani lesunya bisnis anak usaha, mempengaruhi bisnis pelayaran PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Pasalnya, anak Usaha PT…

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,2%

  NERACA   Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018…

Capai 99%, Kolektabilitas Iuran JKN-KIS Terus Didongkrak

      NERACA   Jakarta - Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan pada tahun 2018 adalah menjaga kesinambungan Program…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Begini Jurus Kemenperin Demi Wujudkan Indonesia Kuat

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berperan aktif mewujudkan “Indonesia Kuat” melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri potensial di…

Ingin Kembangkan Sektor Perikanan dan Pertanian, Bupati Asmat Harapkan Dukungan Lebih Dari Pusat

NERACA Jakarta - Bupati Kabupaten Asmat, Elissa Kambuh, menuturkan, masyarakat kami baru 65 tahun bersentuhan dengan dunia luar. Padahal potensi alam…

Katrol Kompetensi SDM Industri 4.0, Kemenperin-BSN Teken MoU

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional sepakat untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang terampil…