Pemerintah Bentuk Tim Kajian Perkuat Fungsi Bulog

NERACA

Jakarta – Selama ini, fungsi Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) diantaranya adalah menjaga harga komiditas beras. Namun kali ini, pemerintah memastikan fungsi Bulog akan bertambah. Tidak hanya mengelola beras namun juga mengelola komoditas pangan lainnya seperti minyak, gula, ataupun kedelai.

Menteri Koorditor Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan akan menambah fungsi dari Perum Bulog. Rencananya penambahan beberapa komoditas pangan ini diambil yang sangat berpengaruh bagi masyarakat. “Intinya adalah penguatan fungsi dari Bulog,” ujar Hatta saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (31/7).

Hatta menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk tim yang akan mengkaji rencana penambahan fungsi Bulog. “Nantinya tim akan melaporkan apa saja komoditas pangan yang harus dikelola oleh Bulog apakah beras ditambah kedelai atau minyak dan seterusnya,” jelasnya. Dari tim tersebut, lanjut dia, akan dilakukan pengkajian komoditas apa saja yang perlu dijaga oleh Bulog maupun kesiapan Bulog memenuhi komoditas tersebut.

Dihubungi terpisah, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi mengatakan, Indonesia saat ini harus patuh pada harga pangan di tingkat internasional karena produktivitas pangan yang masih lemah. “Sepanjang kita tidak bisa menghasilkan dan mengembangkan produk tanaman pangan, seperti kedelai, gula, atau jagung secara mandiri, kita tergantung impor dan tentu mengikuti perkembangan harga yang terjadi,” kata Benny kepada Neraca, kemarin.

Jadi, menurut Benny, komitmen pemerintah untuk merevitalisasi Bulog menjadi stabilitator harga pangan strategis selain beras, jika tidak diikuti dengan komitmen untuk mengembangkan secara mandiri pemenuhan kebutuhan dan bahan baku, tentu akan sangat sulit, kecuali apabila Bulog juga diberikan peran untuk intervensi anggaran.

Lima Komoditas

Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengusulkan untuk menjadi pengelola lima komoditas pangan. Hal ini menurut Sutarto adalah upaya revitalisasi Perum Bulog yang telah dijanjikan oleh Presiden SBY sebagai upaya memperluas kewenangan Bulog. Pihaknya mengusulkan agar Bulog bisa mangelola lima komoditas pangan yaitu beras, gula, kedelai, jagung dan minyak goreng.

Sutarto melanjutkan, usulan lima komoditas pangan itu berdasarkan pertimbangan komoditas kebutuhan orang banyak, komoditas yang fluktuasi harganya tinggi termasuk waktu dan tempatnya, komoditas itu masih memerlukan cadangan suplai dari impor. “Perlu komitmen dan kebijakan pemerintah yang konsisten terhadap upaya penyediaan pangan dan stabilisasi harga,” kata Sutarto.

Dia mengatakan, perlu ada dukungan yang kuat dan regulasi bagi penguatan peran Bulog dan fungsi Bulog, dalam rangka merealisasikan memperluas pengelolaan 5 komoditas pangan yang menjadi keinginan Bulog. Selain itu Sutarto menggarisbawahi perlunya sinergi dan koordinasi antar kementerian/lembaga terkait penyediaan pangan dan stabilitasi harga, seperti dengan Kemendag, Kementerian BUMN, Kementan, Kemenkeu, Kemendagri dan lain-lain.

Selain itu, butuh komitmen pemerintah daerah yang mendukung upaya penyediaan pangan dan stabilitas harga. “Juga sinergi antar BUMN dan swasta dalam mendukung penyediaan pangan dan stabilitas harga,” katanya.

Seperti diketahui berdasarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2012 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah, Bulog mendapat tugas antara lain melakukan pengadaan beras di dalam negeri dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) melalui pengadaan beras dalam negeri, menjaga harga di tingkat petani, menjaga kecukupan stok.

Selain itu Bulog mendapat tugas menyediakan dan menyalurkan beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Bulog juga menyediakan dan menyalurkan beras untuk menjaga stabilitas harga beras, menanggulangi keadaan darurat bencana dan rawan pangan dengan mengelola cadangan beras pemerintah (CBP).

BERITA TERKAIT

Apindo, Kadin, dan YLKI Sepakat Perkuat Fungsi dan Kewenangan KPPU

      NERACA   Jakarta - DPP Pemuda Tani Indonesia mengadakan Seminar Nasional dengan Tema “Revisi UU Anti Monopoli:…

Kemenkeu Kejar Utang 22 Obligor BLBI - GLOBAL BOND JAGA ARUS KAS PEMERINTAH

Jakarta-Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu terus mengejar 22 obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang hingga kini belum…

Toyota Perkuat Daya Saing Rantai Suplai Industri Otomotif

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah merayakan berakhirnya pelaksanaan Toyota Production System (TPS) Jishuken ke-10 di Resinda Hotel, Karawang.…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Indonesianisme Summit 2017 - Menjadikan Industri Nasional Pemenang di Negeri Sendiri

NERACA Jakarta - Ketua Umum pengurus pusat IA-ITB Ridwan Djamaluddin mengatakan lemahnya penguasaan teknologi, penguasaan merek dan penguasaan pasar menyebabkan…

e-Smart IKM Berikan Kemudahan Pengembangan Usaha

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih mengungkapkan pihaknya terus mendorong peningkatan produktivitas dan daya…

Balitbangtan Kenalkan Tiga Inovasi Bioteknologi Unggulan

  NERACA Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian mengenalkan tiga teknologi inovasi bioteknologi unggulan yang siap…