Liburan Sekolah Dongkrak Penyewaan Apartemen

NERACA

Jakarta - Liburan sekolah dan beberapa acara Hari Jadi Kota Jakarta mendongkrak aktivitas penyewaan apartemen jangka pendek. Akan tetapi, tingkat hunian keseluruhan pada apartemen sewa justru menurun dikarenakan pertumbuhan pasokan kondominium-sewa yang signifikan.

Liburan sekolah telah mendongkrak penyewaan jangka pendek selama kuartal II/2012, sedangkan penyewaan jangka panjang relatif stabil. “Selama kuartal ini terdapat beberapa rangkaian acara seperti Jakarta Great Sale dan Pekan Raya Jakarta yang merupakan acara tahunan dalam rangka merayakan hari jadi kota Jakarta juga membantu sub-sektor apartemen servis menikmati peningkatan permintaan khususnya penyewaan jangka pendek,” ujar Senior Associate Director Research and Advisory Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, kemarin.

Berdasarkan data kuartal II/2012, total kumulatif permintaan apartemen sewa tercatat sebanyak 29.027 unit, mengalami peningkatan tahunan sebesar 10,1%. Sementara itu, tingkat hunian apartemen sewa secara keseluruhan pada kuartal II/2012 mengalami penurunan kuartal sebesar 2,6% menjadi 65,04%.

Arief menjelaskan, tren tingkat hunian apartemen sewa secara umum dipengaruhi oleh sub-sektor kondominium-sewa yang turun sebesar 3,4% menjadi 61,9% yang terutama diakibatkan oleh banyaknya unit kondominium yang baru rampung sehingga meningkatkan pasokan kondominium-sewa secara drastis.

“Sebaliknya, apartemen servis mengalami pertumbuhan tingkat hunian yang paling tinggi, sebesar 4,3% dari kuartal lalu dan 8,5% dari tahun lalu sehingga mencapai 83,8%. Peningkatan permintaan sewa jangka pendek mayoritas berasal dari keluarga baik domestik maupun asing dengan tujuan berlibur,” terang Arief.

Pasokan Tumbuh

Total pasokan kumulatif pada ketiga sub-sektor apartemen sewa hingga akhir Juni 2012 tercatat sebanyak 44.633 unit, menunjukkan pertumbuhan kuartal 4,0% dan pertumbuhan tahunan 11,2%. Pertumbuhan tersebut sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan positif pasokan sub-sektor kondominium-sewa.

Selama kuartal II/2012, harga sewa bulanan rata-rata kondominium-sewa tumbuh 4,4% menjadi Rp. 148.497 per m2. Harga sewa pada sub-sektor apartemen-khusus-sewa tumbuh sebesar 0,8% dari kuartal lalu menjadi US$ 17,6 per m2 per bulan, sedangkan sub-sektor apartemen servis tidak mengalami pergerakan harga sewa yang signifikan sehingga masih berada di US$ 24,6 per m2 per bulan. Dalam basis tahunan, harga sewa pada sub-sektor apartemen servis mengalami pertumbuhan yang paling tinggi sebesar 8,9%, sedangkan harga sewa rata-rata pada sub-sektor apartemen-khusus-sewa dan kondominum-sewa tumbuh masing-masing sebesar 2,7% dan 7,2%.

Kawasan Industri Tumbuh

Sementara, pasar untuk kawasan industri di Serang dan Cilegon mengalami lonjakan permintaan pada kuartal ini. Namun, kawasan di Bekasi dan Karawang & Purwakarta masih merupakan lokasi favorit. “Walau pasokan terbatas, permintaan bersih tanah industri pada kuartal ini mencapai sekitar 186 hektar, tumbuh sebesar 22% dibandingkan kuartal lalu. Dengan pertumbuhan permintaan ini, tingkat penjualan kumulatif meningkat menjadi 79.9% dari 78,6% di kuartal sebelumnya,” ujar Arief.

Menurut dia, pemintaan utama dalam kuartal ini masih terus didominasi oleh pelaku industri asing dengan bidang usaha yang berkaitan dengan otomotif dan consumer goods. Dengan tambahan pasokan baru sebesar 84 hektar yang berasal dari kawasan industri di Bekasi/Purwakarta, jumlah pasokan kumulatif tanah industri di Jakarta dan sekitarnya pada kuartal ini tumbuh menjadi sekitar 9.312 hektar.

Harga penawaran tanah industri pada kuartal ini terus meningkat. Peningkatan tertinggi terjadi pada kawasan industri di Serang dan Cilegon. Harga jual rata-rata tanah industri dalam Rupiah diperkirakan mencapai sekitar Rp.1.572.000 per m2. Sedangkan, dalam US$, harga jual rata-rata mencapai US$ 166 per m2.

Related posts