Laba Kobexindo Melesat Naik 71% Tembus Rp 60,19 Miliar - Kinerja Semester I-2012

NERACA

Jakarta – PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) perusahaan distribusi alat berat ini membukukan kenaikan laba melesat 71% di semester I-2012 atau mencapai Rp 60,19 miliar dibandingkan perolehan laba priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 35,06 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Neraca di Jakarta, Minggu (29/7). Disebutkan, solidnya pertumbuhan laba didorong oleh kuatnya angka pertumbuhan penjualan yang di hasilkan oleh perseroan sebesar 43,92% atau mencapai Rp 752,26 miliar pada semester I-2012 dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 522,69 miliar.

Kata Direktur Utama Kobexindo Tractors Humas Saputro, dengan pencapaian ini menjadikan perseroan sebagai salah satu perusahaan distribusi alat berat dengan tingkat pertumbuhan tertinggi, “Pencapaian ini sangat mengembirakan karena pertumbuhan kami tetap yang tinggi dibandingkan industri sejenis,”ujarnya.

Dia juga menuturkan, pertumbuhan penjualan juga diimbangi dengan lebih rendahnya pertumbuhan biaya-biaya yang terangkum dalam rasio cost of goods sold (COGS). Dimana pada paruh pertama 2012, COGS perseroan tercatat tumbuh 41,09% dibandingkan pertumbuhan penjualan yang mencapai 43,92%.

Disamping itu, perseroan juga berhasil meningkatkan margin laba tumbuh 20,84% menjadi 22,39%. Marjin laba usaha naik dari 9,18% menjadi 11,22% dan marjin laba bersih tumbuh dari 6,71% menjadi 8% dibandingkan priode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan rasio marjin, kata Humas, membuat kinerja laba perseroan meningkat di semester I-2012. Sementara aset perseroan juga naik 12, 63% di semester pertama 2012 menjadi Rp 1,26 triliun dari posisi akhir tahun 2011 sebesar Rp 1,12 triliun.

Kenaikan tertinggi dikontribusikan oleh pertumbuhan aset lancer yang naik14,06% menjadi Rp 1,06 triliun, “Kami menargetkan untuk menjadi perusahaan yang pertumbuhannya terbaik di bisnis alat berat, pertumbuhan penjualan ini ditopang oleh peluncuran produk baru, penambahan kontrak distributor eklusif dan perpanjangan pusat distribusi,”kata Humas.

Penjualan Naik 43,8%

Sebelumnya, PT Kobexindo Tractors Tbk (Kobexindo) mengklaim membukukan kenaikan nilai penjualan sebesar 43,8% menjadi Rp 752 miliar disemester I-2012 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 532 miliar.

Direktur Keuangan Kobexindo Martio pernah bilang, pencapaian tersebut dinilai yang cukup tinggi di industri. Peningkatan penjualan tersebut, lanjutnya sejalan dengan meningkatnya jumlah unit yang dipasarkan emiten dengan kode saham KOBX ini di sepanjang semester pertama 2012. Per Juni 2012, jumlah unit yang dipasarkan Kobexindo meningkat 40,2% menjadi 586 unit produk dibandingkan Juni 2011 yang sebanyak 418 unit.

Sementara Direktur Marketing Kobexindo, Wiliam Jonatan menambahkan, tahun ini perseroan menargetkan penjualan 1.100 unit atau senilai Rp 1,6 triliun. Dari segi unit, target tersebut merepresentasikan kenaikan 12,82% dari data penjualan akhir 2011 sebanyak 975 unit.

Penjualan UNTR Merana

Asal tahu saja, pesaingnya PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan penjualan alat berat di semester I-2012 sebesar 2,35% dari 4.333 unit menjadi 4.231 unit. Penjualan bulan Juni bahkan turun lebih dalam 35% menjadi 502 unit dari bulan sebelumnya 773 unit.

Direktur UNTR Gidion Hasan mengatakan, harga komoditas dunia tidak secemerlang periode sebelumnya menjadikan pelanggan mengurangi pemesanan alat berat, “Selain itu, ditambah kebijakan regulasi tentang pembatasan ekspor mineral juga menghambat penjualan alat berat,"tuturnya.

Selain itu, persaingan di industri alat berat juga makin tinggi. Semakin banyak pemain atau distributor alat berat yang mampu menawarkan harga yang bersaing. Khususnya pada alat berat dengan ukuran 20 ton. "Persaingan alat berat, utamanya untuk tipe kecil. Yang 20 ton, kontribusi terhadap penjualan cukup signifikan. Sekitar 40%," tegas Gidion.

Sebagaimana diketahui, hingga total penjualan Juni mencapai 502 unit. Sedangkan tren penjualan alat berat UNTR sepanjang Januari-Juni berada di kisaran 700 unit per bulannya. Menjelang akhir semester I-2012, penjualan alat berat UNTR hanya 502 unit. Penjualan Juni menjadi yang paling rendah setelah di Januari lalu berhasil berdagang alat berat sebanyak 617 unit.

Oleh karena itu, perseroan langsung merevisi target penjualan pada awal bulan Juli lalu. "Revisi, awal Juli, kita revisi target dan sama dengan tahun lalu yang awalnya 10% dibanding tahun lalu," kata Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K Lubis.

Dia menyebut, jika penjualan unit alat berat tahun lalu sebesar 8.400 unit. Hal tersebut dilakukan karena ada adanya penurunan bisnis pertambangan. "Tantangan yang paling berat adalah penurunan harga batu bara, sehingga berhati-hati dan agak sulit push penjualan," akunya.

Saat ini, 60% penjualan unit alat berat perseroan memang ke sektor tambang. Kemudian 20% ke plantation dan sisanya 10% ke sektor konstruksi. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Panin Raup Laba Bersih Rp 3.19 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Bank Panin Indonesia Tbk (PNBN) berhasil membukukan kinerja keuangan yang cukup memuaskan.…

LABA BERSIH BANK DANAMON TUMBUH

Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk Sng Seow Wah (ketiga kiri) berfoto bersama jajaran direksi dan manajemen Bank Danamon…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…