IHSG Masih Lanjutkan Penguatan Di Awal Pekan

Senin, 30/07/2012

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak sumringah karena mampu balik arah ke zona hijau sejak awal perdagangan hingga penutupan perdagangan. Kondisi ini membuktikan indeks mampu balik arah setelah dua hari berturut-turut terkoreksi.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, indeks akhir pekan ditutup naik tajam 79 poin menyusul sentimen positif dari bursa regional, “Kenaikan yang terjadi pada bursa regional itu didorong dari komentar President Bank Sentral Eropa, Mario Daghi, yang menyatakan komitmennya untuk menjaga keutuhan mata uang Euro,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, European Central Bank (ECB) akan melakukan intervensi terhadap pasar surat utang seiring dengan kenaikan yield surat utang Spanyol dan Italia yang mengancam kelangsungan mata uang euro.

Berikutnya, Purwoko memproyeksikan IHSG Senin awal pekan akan kembali menguat seiring dengan sentimen positif dari Eropa dan juga ditambah antisipasi laporan keuangan beberapa emiten besar yang bagus. Dimana indeks BEI akan bergerak di level 4.084-4.100.

Asal tahu saja, pada perdagangan akhir pekan kemarin indeks BEI ditutup naik 79,436 poin (1,98%) ke level 4.084,212. Sementara Indeks LQ45 melonjak 18,226 poin (2,67%) ke level 698,856. Penguatan indeks disokong menyusul masuknya dana asing lebih dari Rp 1 triliun ke lantai bursa. Investor mulai percaya diri setelah Uni Eropa berniat memberikan tambahan likuiditas ke negaranya.

Transaksi di lantai bursa sedikit meningkat akibat adanya transaksi tutup sendiri yang dilakukan CLSA Indonesia (KZ) terhadap saham PT Indosiar Tbk (IDKM) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Transaksi bernilai Rp 1,7 triliun itu dilakukan di pasar negosiasi.

Investor lokal dan asing saling berlomba memburu saham. Tapi investor asing lebih getol, transaksinya hingga sore pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,15 triliun di pasar reguler. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 68.817 kali pada volume 2,862 juta lot saham senilai Rp 2,177 triliun. Sebanyak 164 saham naik, sisanya 48 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 4.500 ke Rp 705.000, Surya Toto (TOTO) naik Rp 2.000 ke Rp 62.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 58.150, dan Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 24.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indosiar (IDKM) turun Rp 400 ke Rp 5.600, Surya Citra Media (SCMA) turun Rp 350 ke Rp 10.450, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 100 ke Rp 5.500, dan Indofood (ICBP) turun Rp 100 ke Rp 6.450.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melesat 63,077 poin (1,58%) ke level 4.067,853. Sementara Indeks LQ45 melonjak 14,027 poin (2,06%) ke level 694,657. Investor berburu saham di seluruh lapisan, mulai dari saham unggulan sampai lapis dua. Seluruh indeks sektoral berhasil kompak menguat, dipimpin sektor aneka industri.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 68.817 kali pada volume 2,862 juta lot saham senilai Rp 2,177 triliun. Sebanyak 164 saham naik, sisanya 48 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Bursa saham Singapura mengacaukan pergerakan bursa-bursa Asia yang sebelumnya kompak menguat di zona merah. Alhasil, pasar saham di negeri singa itu menjadi satu-satunya yang terkena koreksi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 23.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 57.250, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 51.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 35.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Citra Media (SCMA) turun Rp 550 ke Rp 10.250, Jemblo Cable (JECC) turun Rp 75 ke Rp 2.925, (LAMI) turun Rp 55 ke Rp 320, dan Indosiar (IDKM) turun Rp 50 ke Rp 5.950.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 28,56 poin atau 0,71% ke posisi 4.033,33, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,33 poin (1,08%) ke level 687,96,”Bursa Asia melanjutkan penguatannya didorong dari komitmen bank sentral Eropa (ECB) yang berkomitmen untuk menahan laju kenaikan yield obligasi negara-negara di Uni Eropa," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, sentimen positif juga datang dari data ekonomi AS yakni "durable goods orders" dan klaim pengangguran yang lebih baik dari ekspektasi. Dari dalam negeri, kata dia, pasar mengantisipasi laporan kinerja keuangan emiten semester pertama 2012 yang relatif "in-line" dengan estimasi salah satunya Astra International (ASII) dan Bank Rakyat indonesia (BBRI).

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 362,86 poin (1,92%) ke level 19.255,65, indeks Nikkei-225 naik 116,75 poin (1,41%) ke level 8.561,98 dan Straits Times menguat 9,48 poin atau 0,32% ke level 3.013,83. (bani)