Bergerak Volatile, Peluang Tipis IHSG Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis 8,726 poin (0,21%) ke level 4.000,839. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,712 poin (0,10%) ke level 678,812. Aksi beli menyasar saham-saham lapis dua. Penguatannya cukup menutupi aksi jual yang terjdi di saham-saham unggulan terkait melemahnya harga komoditas dunia.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, IHSG berbalik arah ke area positif meski tipis didorong oleh antisipasi laporan keuangan emiten semester I 2012, “Menguatnya indeks BEI Rabu di tengah kekhawatiran kondisi Eropa yang semakin memburuk, dipicu dari spekulasi Yunani yang diperkirakan tidak dapat mencapai target pengurangan hutangnya dan peluang "default" semakin membesar,”katanya di Jakarta, Rabu (25/7).

Di sisi lain, lanjut dia, yield surat hutang Spanyol terus meningkat ke rekor tertinggi, hal itu menambah sentimen negatif di bursa. Bursa Eropa juga melemah seiring dengan penurunan outlook peringkat Jerman, Belanda dan Luxembourg menjadi negatif oleh Moody's.

Dia memproyeksikan, IHSG Kamis masih akan bergerak mudah berubah (volatile) dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 3.971-4.012 poin. Pada perdagangan kemarin, transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 664,189 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 105.762 kali pada volume 5,667 juta lot saham senilai Rp 3,828 triliun. Sebanyak 152 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sepatu Bata (BATA) naik Rp 7.200 ke Rp 60.000, Jemblo Cable (JECC) naik Rp 525 ke Rp 3.000, Sarana Menara (TWOR) naik Rp 500 ke Rp 16.500, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 57.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.450 ke Rp 35.000, Bank Mega (MEGA) turun Rp 300 ke Rp 2.900, Astra Agro (AGRO) turun Rp 250 ke Rp 21.900, dan Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 18.900.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI juga naik tipis 3,031 poin (0,07%) ke level 3.995,144. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,563 poin (0,08%) ke level 678,663. Saham-saham komoditas terkena tekanan jual menyusul fluktuatifnya harga-harga komoditas dunia. Untungnya saham-saham lapis dua banyak diburu investor.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 51.877 kali pada volume 2,548 juta lot saham senilai Rp 1,898 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 116 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka turun 14,05 poin atau 0,35% ke posisi 3.978,06. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,60 poin (0,53%) ke level 674,49. "Kekhawatiran mengenai kelanjutan penanganan krisis utang Eropa terutama adanya kemungkinan gagal bayar oleh Yunani," kata analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan.

Dia menambahkan, pemerintah Spanyol yang memerlukan dana talangan juga menjadi salah satu sentimen negatif terhadap pergerakan indeks BEI. "Kondisi itu membuat pelaku pasar mengambil posisi jual," kata dia.

Sebelumnya, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, IHSG kembali melemah dipicu krisis utang Eropa yang dikhawatirkan bertambah buruk dan juga pernyataan bank sentral China yang pertumbuhan ekonominya diperkirakan melambat pada kuartal ke-3 2012.

Meski demikian, menurut dia, masih ada kesempatan bagi investor untuk melakukan akumulasi sebagai antisipasi keluarnya laporan kinerja emiten pada semester pertama 2012. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 61,41 poin (0,32%) ke level 18.841,79, indeks Nikkei-225 turun 101,21 poin (1,19%) ke level 8.387,71 dan Straits Times melemah 6,83 poin (0,23%) ke level 2.991,90. (bani)

Related posts