Deteksi Dini dan Kenali Gangguan Kelenjar Tiroid

Sabtu, 28/07/2012
Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati, ungkapan bijak ini masih relevan bagi masyarakat saat ini yang sebagian lalai dalam mewaspadai gangguan kelenjar tiroid atau lebih dikenal penyakit gondok. Mereka yang terserang penyakit tiroid kadang tidak menyadari datangnya gangguan tiroid tersebut karena memang tidak menimbulkan rasa sakit bagi penderita. NERACA

Tidak heran banyak penderita yang menganggap sepele penyakit ini dan belum menjadi perhatian khusus bagi masyarakat. Padahal jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan kelenjar tiroid bisa berakibat fatal terhadap kesehatan bahkan bukan tidak mungkin tiroid bisa menyebabkan kematian. Asal tahu saja, sekitar 300 juta orang di dunia mengalami gangguan fungsi kelenjar tiroid. Lebih dari separuhnya tidak menyadari kondisi mereka, lantaran belum menimbulkan rasa sakit dan baru terasa bila sudah terjadi pembengkakan. Sementara data dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan bahwa dalam satu bulan, kurang lebih terdapat 288 sampai 300 pasien melakukan kunjungan terkait penyakit tiroid. Di mana dari penyakit tersebut, wanita lebih banyak mengalami dibandingkan dengan laki-laki, bisa sampai 5-7 kali lipat atau hanya 16% pasien laki-laki, selebihnya sebanyak 84% adalah wanita. Jumlah tersebut berada dalam rentang usia antara 20 tahun hingga 50 tahun.

Ketua Divisi Metabolik Endokrin Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Imam Subekti mengakui, gangguan tiroid kadang tidak terdiagnosis sehingga dialami penderita bertahun-tahun. Tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher bagian depan yang berbentuk seperti kupu-kupu dan mempunyai sejuta peran. Fungsi utama kelenjar tiroid adalah mengumpulkan yodium dan mengubahnya menjadi hormon tiroid, yakni tiroksin (T4) dan triyodotironin (T3). Sel tiroid merupakan satu-satunya sel dalam tubuh yang menyerap yodium.

Kedua hormon itu dilepaskan ke aliran darah dan diangkut ke seluruh tubuh guna meningkatkan aktivitas selular dan mengontrol metabolisme, seperti mengubah oksigen dan kalori menjadi energi. ”Setiap sel di dalam tubuh bergantung pada hormon tiroid untuk regulasi metabolismenya. Hormon tiroid juga berperan mengatur suhu tubuh,” kata Imam.

Kerja kelenjar tiroid dikontrol kelenjar pituitary, kelenjar seukuran kacang di dasar otak. Ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu rendah, kelenjar pituitary memproduksi thyroid stimulating hormone (TSH) yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi lebih banyak hormon tiroid. Jika kadar hormon dalam darah sudah memadai, kelenjar pituitary akan mengurangi produksi hormon TSH.

Dia menegaskan, keseimbangan merupakan kata kunci kerja kelenjar tiroid yang sehat. Terlalu berlebihan atau kekurangan produksi hormon tiroid sama-sama menimbulkan berbagai gangguan, antara lain ditandai dengan pembesaran kelenjar (goiter).

Dampak Kekurangan tiroid Masyarakat yang memiliki gangguan kelenjar tiroid atau penyakit gondok akan terlihat mudah lelah, berat badan cenderung bertambah serta mudah mengalami depresi. Kondisi ini, karena kekurangan yodium yang cukup. Sebenarnya agar tidak terjadi gangguan pada tiroid, langkah yang terbilang efektif adalah mencukupi asupan yodium. Yodium bisa diperoleh dari semua jenis makanan, salah satunya adalah sayur mayur.

Kata Imam, gejala hipotiroid (kekurangan tiroid) paling rentan terjadi pada perempuan dan pada ibu hamil dalam waktu panjang menyebabkan bayi yang dilahirkan mengalami hipotiroid. Kemudian jika terlambat diintervensi, bayi akan terganggu pertumbuhan otaknya.

Menurut, Kepala Subdit Pengendalian Diabetes dan Penyakit Metabolik Kementerian Kesehatan Tjetjep Ali Akbar, untuk menghasilkan generasi muda yang cerdas, pemerintah berencana melakukan penapisan kadar tiroid pada ibu hamil mulai tahun 2014. Hal itu dilakukan lewat pemeriksaan darah untuk melihat kadar TSH. Uji coba diadakan di lima kota , yakni Medan , Jakarta , Yogyakarta, Bandung , dan Semarang .

Asal tahu saja, apabila digolongkan berdasarkan wilayah geografis, masyarakat Indonesia tinggal di dua dataran, yaitu dataran rendah dan dataran tinggi. Bagi masyarakat yang tinggal di dataran rendah umumnya tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh makanan yang mengandung yodium. Namun, sebaliknya warga yang hidup di dataran tinggi kebanyakan sulit mendapatkan makanan beryodium.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Rumah Sakit Primier Jatinegara, Dr. Pradana Soewondo, SpPD-KEMD pernah bilang, Indonesia termasuk negara gondok endemik. “Walaupun kasus penyakit gondok sudah menurun tetapi di wilayah tertentu masih terdapat kantung-kantung endemik seperti daerah Sumatera, Jawa Tengah khususnya di daerah pegunungan. Jadi penyakit ini memang belum tuntas sama sekali di Indonesia ,”ungkapnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, selain gondok endemik terdapat juga gondok sporadik yang sering terjadi di daerah perkotaan dimana penyakit ini terjadi bukan karena kurangnya konsumsi garam beryodium melainkan lebih disebabkan karena stress dan pola hidup tidak sehat.

Kampanye Tiroid Menyadari minimnya kesadaran masyarakat Indonesia mewaspadai bahaya gangguan kelenjar tiroid, pemerintah mempunyai kepentingan untuk menekan jumlah penderita penyakit gondok tersebut dengan cara meningkatkan kualitas asupan gizi dan temasuk kecukupan yodium. Bahkan setiap tanggal 25 Mei ditetapkan sebagai hari Tiroid Internasional yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan kelenjar tiroid.

Salah satunya adalah yang dilakukan Rumah Sakit Premier Jatinegara sebagai Rumah Sakit yang memiliki falsafah “People Caring for People”. Rumah Sakit Premier Jatinegara rajin memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mewaspadai gejala gangguan kelenjar tiroid yang menggangu metabolisme tubuh melalui seminar “Kenali Gangguan Kelenjar Tiroid”.

Cara ini dilakukan sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasiennya, terutamanya mendukung program sosialisasi tentang penyakit tiroid guna meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan kelenjar tiroid, mengingat minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit tiroid tersebut.

RS Premier Jatinegara yang didukung Akreditasi JCI (Joint Commission International), siap menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien penderita tiroid. Pengakuan dari JCI tersebut merupakan titik lanjut dari tahapan perjalanan dan semakin memantapkan langkah RS Premier Jatinegara untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas baik. (bani)