BSD Bukukan Marketing Sales Rp 2,05 Triliun di Semester Pertama

NERACA

Jakarta – Berkah pasar properti sedang mengalami pertumbuhan yang positif, membawa kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) kiclong. Pasalnya, perseroan mencatatkan marketing sales mencapai Rp 2,05 triliun hingga semester pertama 2012. Pencapaian tersebut hampir mencapai dari setengah target marketing sales Rp 4,2 triliun pada 2012.

Kata Sekretaris Perusahaan BSD Hermawan Wijaya, segmen residential masih menjadi tulang punggung penjualan BSDE dengan persentase 66% atau setara Rp 1,36 triliun terhadap keseluruhan marketing sales Perseroan.

Lebih lanjut kata Herman, segmen penjualan lahan mencatatkan kontribusi terbesar kedua sebesar 26%, “Sedangkan BSD City sebagai flagship memberikan kontribusi terbesar terhadap marketing sales sebesar 77% atau Rp1,58 triliun dari total marketing sales per akhir Juni 2012 senilai Rp2,05 triliun,”katanya dalam siaran persnya kepada Neraca di Jakarta, Senin (23/7).

Lalu disusul proyek Kota Wisata Cibubur berkontribusi 6%, Taman Permata Buana sekitar 6%, Grand Wisata Bekasi sekitar 5%, dan sisanya disumbankan dari beberapa proyek yang dikelola anak usaha BSDE.

Menurut Hermawan, iklim perekonomian Indonesia terutama properti Indonesia masih prospektif. Tingkat suku bunga acuan yaitu BI Rate masih terendah, sehingga tingkat inflasi masih dalam perkiraan BI. "Semakin bertambahnya golongan ekonomi menengah-atas yang memiliki daya beli cukup tinggi mendorong potensi pertumbuhan sektor properti," tambah Hermawan.

Dia mengatakan, pihaknya meluncurkan 17 sub cluster dalam 1 tahun untuk mencapai target marketing sales. “Dalam dua bulan terakhir, BSD City telah meluncurkan 3 sub cluster yakni Anantha dan Chadna pada Mei 2012 serta de Maja pada Juni 2012,” ungkapnya.

Sebelumnya, BSDE membukukan laba Rp 265 miliar di kuartal I-2012, tumbuh 64% dari periode yang sama tahun lalu Rp 162 miliar. Laba per saham juga meningkat dari Rp 9,24 per lembar jadi Rp 15,15 per lembar.

Pencapain tersebut tidak lepas dari pembukuan pendapatan usaha BSDE yang mencapai Rp 800 miliar. Pendapatan naik 28,9% dari posisi yang sama tahun lalu Rp 621 miliar. Hermawan pernah bilang, hasil pendapatan Rp 800 miliar tidak lepas karena kenaikan development revenue yang memberikan kontribusi mencapai 80%. Ini terdiri dari perumahan, rumah toko, bangunan industri, strata title dan tanah.

Sisanya, pendapatan berkelanjutan memberikan kontribusi sebesar 20%. Manajemen menilai, terjadi kenaikan permintaan atas produk yang dihasilkan perseroan di BSD City, Grand Wisata, Kota Wisata atau lainnya. "Tingginya permintaan juga mendorong pertumbuhan harga tanah di kawasan yang kami kelola. Baik itu untuk unit baru ataupun secondary unit," jelas Hermawan. (didi)

BERITA TERKAIT

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun NERACA Lebak - Perguliran nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,…

2019, Belanja Pemerintah Pusat Rp1.634 Triliun

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah pusat pada tahun 2019 akan mencapai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…