Kemenhub Siapkan 239 Rangkaian Kereta Api - Sambut Puasa dan Lebaran

NERACA

Jakarta - Momentum puasa yang akan disusul dengan Lebaran adalah momen yang paling ditunggu-tunggu pada pemudik. Untuk jumlah pemudik pada tahun ini, kementerian perhubungan memprediksikan akan terjadi peningkatan. "Untuk jumlah pemudik tahun ini mengalami peningkatan," ujar Bambang S. Erfan, Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan di Jakarta yang dihubungi Neraca, kemarin.

Menurut Bambang, prediksi jumlah pemudik melalui angkutan jalan untuk tahun 2012 meningkat sekitar 1,3%. Untuk angkutan sungai dan penyeberangan danau, meningkat sekitar 4,2%. Untuk angkutan laut, peningkatan terjadi sekitar 1,5%, yaitu dari 1,4 juta jiwa di tahun 2011, menjadi 1,5 juta jiwa di 2012. Sementara itu, untuk angkutan udara, diperkirakan akan terjadi peningkatan sekitar 10%, yaitu dari 2,9 juta penumpang, naik menjadi 3,2 juta penumpang.

Sementara itu, untuk angkutan jasa Kereta Api, menurut Bambang, diperkirakan mengalami penurunan sekitar 5%. Hal ini dikarenakan, Kementerian Perhubungan dan PT KAI akan mengawasi secara ketat pendistribusian dan penggunaan tiket.

"Agar masyarakat merasa aman dan nyaman, kami akan mengurangi toleransi mengenai tempat duduk, tidak boleh ada lagi penumpang yang tidak mendapatkan bangku atau berada di tempat yang tidak sewajarnya. Satu tiket untuk satu bangku," jelas Bambang.

Bambang menambahkan, dari sekian banyaknya calon penumpang Kereta Api yang diprediksikan, kementerian perhubungan dengan PT KAI akan melakukan penambahan rangkaian kereta api. Tahun ini, menurutnya ada sekitar 239 rangkaian kereta api, meningkat dari tahun sebelumnya, yang hanya 198 dan untuk kereta lebarannya sendiri, dari 26 kereta lebaran akan ada sekitar 38 kereta lebaran.

Sementara itu, untuk keselamatan para pemudik, kementerian perhubungan menyambut positif komitmen Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan Raya (Organda) untuk membentuk sebuah program keselamatan transportasi berupa pemasangan perangkat pasif yang melekat, khususnya pada kendaraan angkutan barang seperti stiker yang menyala saat terkena cahaya lampu kendaraan di belakangnya (scotlight). Namun, yang paling penting menurutnya adalah menumbuhkan kesadaran para pengemudi agar berhati-hati di saat berkendara.

BERITA TERKAIT

Dekonsolidasi Positif Bagi Meikarta dan LPCK

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Lippo Cikarang Tbk mendekonsolidasi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek mega properti Meikarta…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…

Pemerintah Siapkan Rekayasa Urai Kepadatan Tol Cikampek

    NERACA   Bekasi - Pemerintah menyiapkan manajemen rekayasa untuk mengurai kepadatan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu seperti dikatakan Direktur…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kementan Salurkan 1.225 Sapi Indukan ke Peternak

NERACA Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan menyalurkan sapi indukan jenis Brahman Cross sebanyak 1.225…

Jerman Dukung Penuh Sawit Berkelanjutan di Indonesia

NERACA Jakarta – Pemerintah Jerman mendukung pembangunan kelapa sawit berkelanjutan yang mengacu kepada mekanisme Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang…

Kemenperin Rancang Insentif, Indeks dan Inovasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Peta jalan…