Kecolongan Informasi, BEI Panggil Dayaindo Resources - Kabar Dugaan Pailit

NERACA

Jakarta – Kabar PT Dayaindo Resources Internasional Tbk (KRAK) digugat pailit belum sampai laporan resminya ke meja Bursa Efek Indonesia (BEI). Oleh karena itu, BEI turun tangan untuk meminta penjelasan dengan melayangkan surat kepada PT Dayaindo Resources Internasional Tbk.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, guna menghindari potensi kerugian investor lebih besar lagi, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Dayaindo Resources Internasional, “Bursa sudah kirim surat. Kita tunggu mereka 'reply', maksimal selama tiga hari kerja, lebih cepat lebih baik,"katanya di Jakarta, Rabu (18/7).

Dia mengemukakan, pihak bursa juga mendapat kabar bahwa PT Dayaindo Resources International Tbk itu akan dilakukan sidang di PN Niaga Kamis (19/7). Namun sejauh ini, kata Hoesen laporan keuangan perseroan masih dalam kewajaran dan tidak ada yang dicurigai oleh pihak bursa.

Saat ini, pihaknya sedang menunggu hasil dalam sidang di Pengadilan Niaga, “Intinya kita hasil keputusan sidang dan kondisi ini belum tentu juga dia bersalah. Selama ini tidak ada sesuatu yang luar biasa dari laporan keuangan Dayaindo. Ada proses hukum yang kita perlukan, karena ini gugatan pailit," ungkapnya.

Hoesen mengatakan, pihak bursa menunggu klarifikasi dari pihak perseroan, jika tidak ada informasi dari Dayaindo maka pihak bursa akan terus menghentikan perdagangan sementara sahamnya (suspensi).

Disuspensi

Selain itu, BEI juga telah melakukan penghentian perdagangan sementara (suspensi) terhadap saham PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK). Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI, Umi Kulsum mengatakan, suspensi saham KARK itu dilakukan BEI merujuk kabar pailit perseroan di media massa.

Maka merespon kabar tersebut yang belum ditemukan kebenarannya, BEI memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek saham KARK di seluruh pasar mulai perdagangan Sesi I hari ini. "Saat ini pihak BEI sedang meminta penjelasan lebih lanjut kepada Perseroan. Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Dayaindo Resources," kata dia.

Saat ini dalam data perdagangan saham BEI, harga saham PT Dayaindo Resources International berada pada posisi Rp50 per lembar saham. Asal tahu saja, bukan kali ini emiten yang diduga pailit dan emiten yang terancam pailit adalah anak usaha Berlian Laju Tanker (BLTA).

Anak usaha, BLTA tengah mencari perlindungan pailit dari krediturnya kepada Pemerintah AS. Salah satu anak usaha yang turut mendaftarkan perlindungan pailit tersebut adalah Chembulk New York Pte Ltd, berdomisili di New York.

Perusahaan itu menyertakan pendaftaran ke Pengadilan Pailit AS di Manhattan. Perlindungan itu dimungkinkan melalui Pasal 15 dari Bab Kepailitan AS (bankruptcy code) yang melindungi kepentingan perusahaan yang berafiliasi dengan perusahaan lain di luar yurisdiksi hukum negara itu.

Disamping itu, Berlian Tanker sendiri mengumumkan telah memenangkan keputusan dari Pengadilan Tinggi Singapura dalam melindungi operasional kapal-kapalnya dari kemungkinan penyitaan pada saat perusahaan mengusahakan restrukturisasi. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Onix Capital Dalam Pengawasan BEI

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) masuk…

Berikan Keamanan Investor - BEI Rubah Auto Rejection Saham IPO

NERACA Jakarta – Mendapatkan pro dan kontra dari pelaku pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji aturan yang membatasi…

Perkenalkan Pasar Modal Sejak Dini - BEI dan Indo Premier Buka Galeri di Vokasi UI

NERACA Depok – Genjot pertumbuhan investor potensial dari kalangan mahasiswa, program pendidikan vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Produksi Minyak Sawit ANJT Tumbuh 6,6%

Hingga Februari 2019, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 34.750 ton atau naik 6,6% dari…

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT)…