Sinar Mas Multiartha Beli Tanah Di Papua Rp 12 Miliar

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) membeli aset berupa sebidang tanah di Sorong, Papua senilai Rp 12 miliar. Direktur SMMA Kurniawan Udjaja mengungkapkan, aset tanah yang dibeli tersebut sesuai dengan sertifikat hak milik no.24 dan no.117 serta sertifikat hak guna bangunan no.79 dan no.80, “Jumlah pembelian tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan, sehingga pembelian tersebut tidak bersifat material, dan juga tidak terafiliasi,"katanya dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/7).

Sebelumnya, Sinar Mas Multiartha telah melakukan tambahan setoran modal kepada PT Shinta Utama, yang merupakan anak usaha, sebesar Rp 10 miliar. Adapun jumlah setoran tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan sehingga tidak bersifat material. Sebelumnya, SMMA telah menambah modal kepada Shinta Utama sebesar Rp 81,5 miliar.

Sekadar informasi, Shinta Utama merupakan salah satu pemegang saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSMA). SMMA mengalami penurunan laba bersih sebesar 35,04% per Maret 2012 menjadi Rp 331,03 miliar atau Rp 53 per saham dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang meraih laba bersih Rp559,11 miliar atau Rp82 per saham.

Kemudian pendapatan usaha naik jadi Rp 4,69 triliun dari pendapatan usaha sebelumnya Rp4,63 triliun. Beban naik jadi Rp4,17 triliun per Maret 2012 dari beban sebelumnya Rp 4,10 triliun membuat laba sebelum pajak menjadi Rp 520,21 miliar turun dari laba sebelum pajak sebelumnya Rp 527,55 miliar. Jumlah aset per Maret 2012 sebesar Rp 46,63 triliun naik dari per Desember 2011 yang Rp 44,96 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

SILO Kantungi Kontrak Baru US$ 265,17 Juta

Di awal tahun 2020, emiten pelayaran PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SILO) melalui anak usahanya, PT Suasa Benua Sukses mengantongi…

Uni Charm Sisakan Dana IPO Rp 882 Miliar

Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal di akhir tahun 2019 dan menjadi emiten dengan nilai emisi IPO terbesar sepanjang…

Iklim Pasar Modal Diprediksi Membaik

Direktur PT BNI Asset Management, Putut Andanawarih memprediksikan iklim pasar modal Indonesia akan membaik bahkan lebih jelas arahnya (clear) sehingga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…