IHSG Masih Rapuh Dibayangi Krisis Eropa

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis 0,963 poin (0,02%) ke level 4.081,635. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 0,628 poin (0,09%) ke level 697,908. Aksi ambil untung pelaku pasar membuat indeks menguat tipis dan indeks sendiri sempat naik cukup tinggi hingga menembus level 4.100.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, indeks BEI bergerak volatile (mudah berubah) hingga sempat menembus level tertinggi, “IHSG pada perdagangan Rabu bergerak 'volatile' (mudah berubah). Sempat menguat signifikan menembus 4.100 poin, akhirnya indeks BEI ditutup datar," katanya di Jakarta, Rabu (18/7).

Dia menambahkan, mendatarnya indeks BEI menyusul aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor. Aksi ambil untung juga terjadi pada bursa regional Asia. Hal itu, lanjut dia, dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri China yang memperingatkan tingkat pekerjaan serta outlook kinerja korporasi Asia yang melemah sebagai dampak dari krisis yang melanda Eropa.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Indeks sendiri akan bergerak di level 4.067-4.100. Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin ramai aksi beli selektif pada saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan malah banyak yang terkena koreksi setelah kemarin naik cukup tinggi.

Kemudian aksi ambil untung menghambat laju indeks. Pasalnya, indeks melesat cukup tinggi sejak pagi tadi. Posisi ini langsung dimanfaatkan oleh para pelaku pasar yang ingin mengambil untung. Transaksi asing hingga sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 320,198 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 131.885 kali pada volume 6,579 juta lot saham senilai Rp 3,832 triliun. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 750 ke Rp 22.550, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 18.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 59.500, dan Century Textille (CNTX) naik Rp 300 ke Rp 7.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 22.000 ke Rp 233.000, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 23.600, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 23.100, dan Bayan (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 11.650.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup

IHSG naik 6,963 poin (0,17%) ke level 4.087,635. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,370 poin (0,19%) ke level 698,650. Saham-saham berbasis tambang dan infrastruktur yang kena koreksi paling tinggi. Sedangkan sektor saham lainnya masih berhasil menguat di zona hijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 72.878 kali pada volume 3,912 juta lot saham senilai Rp 1,914 triliun. Sebanyak 109 saham naik, sisanya 138 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 22.450, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 59.700, Smart (SMAR) naik Rp 350 ke Rp 6.700, dan Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 18.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 23.000, Bayan (BYAN) turun Rp 150 ke Rp 11.750, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 6.450, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 15.450.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka terkoreksi 1,74 poin atau 0,04% ke posisi 4.078,93. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,45 poin (0,06%) ke level 696,83, “IHSG bergerak 'mixed' seiring pergerakkan bursa Asia, kondisi itu juga akan terkompensasi oleh potensi 'profit taking' setelah indeks BEI mengalami pengatan dalam sepekan terakhir," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Sementara, analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin mengatakan, indeks BEI masih mempunyai peluang kenaikan dipicu saham-saham sektor infrastruktur, konsumer, ritel, komunikasi dan perkebunan. "Secara historis, saham-saham itu saat menjelang puasa menjadi pilihan investor," ujar dia.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 131,15 poin (0,67%) ke level 19.324,18, indeks Nikkei-225 naik 35,82 poin (0,40%) ke level 8.789,74 dan Straits Times melemah 2,20 poin (0,08%) ke level 3.012,27. (bani)

Related posts