Genjot Ekspansi, Agung Podomoro Terbitkan Obligasi Rp 800 Miliar

Rabu, 18/07/2012

NERACA

Jakarta - Guna memuluskan ekspansi usaha dan akuisisi lahan, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) akan menawarkan obligasi II tahun 2012 senilai Rp800 miliar bertenor waktu lima tahun. Nantinya, perseroan akan menggunakan dana penawaran obligasi sekitar 25% dan melalui anak usaha sekitar 75%.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/7). Disebutkan, dana hasil penawaran obligasi tersebut digunakan untuk pengembangan usaha di bidang properti baik melalui perseroan dan anak usaha.

Obligasi tersebut dijamin dengan jaminan khusus sebesar sekurang-kurangnya 125% dari jumlah terhutang berupa kompleks central park yang terdiri dari mal, hotel, tiga tower apartemen. Jaminan tersebut dijaminkan secara pari passu bersama dengan pemegang obligasi I tahun 2011.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat A dengan outlook stable terhadap obligasi II tahun 2012 senilai Rp800 miliar. Perseroan telah menunjuk PT Deutsche Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Adapun masa penawaran awal pada 18-30 Juni 2012, tanggal efektif pada 8 Agustus 2012, masa penawaran umum pada 9-10 Agustus 2012, penjatahan pada 13 Agustus 2012, distribusi obligasi secara elektronik pada 15 Agustus 2012, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Agustus 2012.

Garap Proyek SOHO

Selain itu, perseroan tengah menggarap proyek jenis properti Small Office Home Office (SOHO). Perseroan menargetkan konsumen SOHO hadir dari pasangan muda dengan aktivitas kerja yang tinggi, namun dengan kemamapuan ekonomi menengah.

Direktur Marketing APLN, Indra W. Antono mengatakan, di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang kian maju, ditambah lagi kebutuhan akan hunian berkembang dari rumah tapak menjadi rumah bertingkat atau apartemen, serta eiring aktivitas pekerjaan menumpuk, jenis properti makin berkembang menjadi kombinasi hunian dan ruang kerja dalam satu unit (SOHO). "Konsep SOHO ini sangat menarik dan akan menjadi tren tiga tahun mendatang. Kalau dulu tinggal di apartemen ada ketakutan. Sekarang pasangan muda khususnya, ingin hidup secara praktis," katanya

Rencananya, perseroan akan garap tiga tower SOHO yang siap dibangun. Satu tower berlokasi di kawasan terpadu Podomoro City, Jakarta Barat. Lokasi pembangunan SOHO ini merupakan bekas gedung Dewa Ruci. "Tahun ini SOHO di Podomoro City akan kita kembangkan. Konsep ini kita melihatnya, dengan pendidikan terus meningkat. Pola pikir untuk orang yang pekerjaannya IT atau desain, butuh hunian sekaligus ruang kerja," jelasnya.

Sementara sisanya, dua towe lagi akan dibangun di lokasi kawasan timur Jakarta. Yakni SOHO MT Haryono dan Podomoro City Extension. Namun APLN belum mendapatkan izin pembangunan. "Masih diselesaikan untuk desain SOHO. Letak bangunan SOHO di pinggir Jakarta karena target market kita pasangan muda, yang kemampuan ekonominya tidak setinggi orang-orang yang sudah matang," ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga akan menggarap pasar properti industri yang dala, tahap perencanaan untuk dibangun di Karawang Jawa Barat. Alasannya, dibangun kawasan industri disebabkan pasarnya yang masih proospektif dan permintaan yang cukup besar, seperti perusahaan asing dari Jepang, Korea dan Cina.

Menurutnya, APLN sendiri memilih wilayah Karawang sebagai lokasi pengambangan kawasan indsutri karena rencananya akan dibangun bandara baru di sana. "Selain itu juga ada Pelabuhan Peti Kemas. Jadi, kegiatan bongkar muat pabrik kan lebih mudah dan dekat, tidak harus masuk ke dalam kota lagi, sudah langsung di sana,Lahan indsutri yang saat ini kita miliki seluas 300 hektare di Kawarang. Kami juga baru selesai akuisisi lahan, tapi semua prosesnya sudah final. Target mulai pembangunan semester satu tahun depan," paparnya. (didi)