Anak usaha WIKA akan IPO Tahun Depan

NERACA

Jakarta – Maraknya perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), membuat anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yaitu WIKA Beton diharapkan manajemen perseroan dapat melakukan IPO pada 2013. WIKA Beton diharapkan dapat menyelesaikan investasinya.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Pardede mengungkapkan, pihaknya telah melakukan evaluasi penawaran umum saham perdana WIKA Beton belum dapat dilakukan tahun ini. Hal itu dikarenakan perseroan ingin menyelesaikan investasi yang sedang dikerjakan. "Dari WIKA, memang sudah kita rencanakan tapi dari evaluasi yang kita lakukan. Itu timingnya pertama belum tepat. jadi kita lihat itu WIKA beton harus tuntaskan dulu investasi-investasi yang mau mereka lakukan untuk memperbesar skala usahanya dan kapasitasnya," kata Natal di Jakarta, Senin (16/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana penawaran umum saham perdana WIKA Beton untuk memperluas skala usaha WIKA Beton. Hal itu didukung dari wilayah Indonesia luas sehingga dibutuhkan perluasan produk dan pasar. Saat ini WIKA Beton sedang mencari lahan untuk menyelesaikan pabrik ke IX di Kalimantan Timur.

Kata Natal, adapun pengerjaan pabrik tersebut selama 1 tahun. Dana pembangunan pabrik tersebut akan berasal dari dana internal. Dengan pembangunan pabrik tersebut akan mendorong kapasitas perseroan menjadi 2 juta ton per tahun sehingga mencatatkan produksi besar di Asia. "Saat ini kapasitas WIKA Beton sebesar 1,8 juta ton. Dengan penyelesaian pabrik tersebut maka rencana IPO WIKA Beton akan masuk dalam RKAP 2013," tuturnya.

Selain itu, WIKA Beton juga membentuk anak usaha dengan Kobe. Anak usaha tersebut dalam rangka pembangunan MRT. Kepemilikan saham Wika di anak usaha tersebut 51% dan sisanya 49%.

WIKA sendiri pada kuartal I-2012 PT Wijaya Karya (persero) membukukan kenaikan laba bersih pada kuartal I tahun ini. Keuntungan perusahaan konstruksi pelat merah itu naik 13% dari Rp 92,36 miliar menjadi Rp 104,45 miliar.

Direktur Utama Wijaya Karya, Bintang Perbowo pernah mengatakan, kenaikan laba itu dipicu oleh kenaikan nilai penjualan dari Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,74 triliun. "Angka penjualan naik 13,49%," katanya.

Sementara untuk target laba bersih di 2012, perseroan menargetkan kenaikan laba bersih mencapai 23%. "Kami targetkan laba bersih WIKA tahun ini bisa mencapai Rp 430 miliar. Padahal tahun lalu kami hanya menargetkan Rp 350 miliar," ujar Direktur Keuangan Ganda Kesuma. (didi)

BERITA TERKAIT

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Kaji Penambahan Indeks Tahun Depan

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan penyesuaian di indeks-indeks yang ada di BEI. Salah satu cara…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…