Membuat Jilbab Lukis yang Menarik

Sabtu, 21/07/2012

NERACA

Tak dipungkiri bila kebutuhan perlengkapan ibadah umat muslim seperti mukena, sarung, dan sajadah, selalu mengalami lonjakan permintaan menjelang momen spesial Lebaran. Biasanya, beragam jenis mukena mulai diburu para muslimah yang ingin merayakan hari raya Lebaran dengan peralatan ibadah model terbaru. Melihat peluang tersebut, tidak ada salahnya bila anda mencoba memasarkan aneka macam mukena cantik untuk mencetak untung jutaan rupiah ketika musim Lebaran tiba.

Koleksi busana muslim akan hadir dalam pilihan warna yang beragam, namun memiliki kecenderungan warna pastel yang lembut seperti warna biru muda, coklat muda, emas, hitam, putih, kuning muda, dan hijau lembut. Agar tak monoton, warna baju dikombinasikan dengan tambahan payet, bordir, dan aplikasi desain khas Jepang seperti bentuk burung bangau, kipas, atau bunga sakura yang indah.

Sebagian besar koleksi baju merupakan baju dengan model gamis, kardigan, sampai atasan dengan lengan model kelelawar (batwing) dengan satu sampai duatonewarna senada yang digabung dengan aplikasilistdi pinggiran baju. Agar terkesan sedikit glamor, namun tetap sopan, tambahan kesan menjuntai dengan potongan asimetris serta draperi, mampu mewujudkan impian anda.

Begitu pun dengan varian model dan warna pada pada mukena. Untuk memilih mukena terbaik, perlu anda perhatikan beberapa ciri mukena yang akan membuat nyaman dan khusuk ketika anda beribadah. Pertama, usahakan untuk mukena yang menggunakan bahan katun ataupun sutra halus, tipis namun tidak tembus pandang. Kedua, usahakan untuk tidak memilih mukena yang menggunakan bahan parasit, sifon dan satin. Karena bahan satin tergolong berat dan panas bila dikenakan, sehingga akan sangat tidak nyaman saat memakainya.

Ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing bahan yang patut anda ketahui. Bila mukena dengan bahan katun, maka akan lebih dapat menyerap keringat, tetapi harganya juga lumayan mahal.

Kekurangannya, mukena akan lebih cepat kusut apabila tidak disetrika langsung jika akan dipakai. Sedangkan mukena dengan bahan nylon, harganya sedikit lebih murah dibandingkan dengan bahan katun, tetapi agak panas jika dipakai. Kelebihannya tentu saja tidak cepat kusut.

Lalu bagaiamana dengan jilbab tulis? Biasanya jilbab lukis dibuat menggunakan bahan paris, sifon, sampai dobel hycom.

Pembuatannya cukup mudah, setelah kain dipotong sesuai dengan modelnya (baik untuk jilbab segi empat atau jilbab bergo langsung pakai) anda bisa langsung membuat pola dengan menggunakan pensil. Setelah pola selesai dibuat, anda bisa menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Alat yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu berupa kuas lukis dan botol bekas cuka untuk melukis garis yang memanjang.

Sedangkan untuk bahan cat, anda bisa menggunakan cat tekstil, cat sablon, cat acrylic, atau cat khusus kain lainnya. Desain lukisan yang sering dibuat pelaku bisnis jilbab adalah corak bunga, sulur-sulur tumbuhan, kupu-kupu, strawberry, atau bentuk gambar-gambar lucu lainnya seperti polkadot dan boneka.

Setelah lukisan tersebut selesai dibuat, kain jilbab kemudian dikeringkan dengan bantuan hair dryer atau sekadar diangin-anginkan hingga cat lukisan benar-benar kering. Apabila telah kering, kain tersebut sudah bisa dijahit sesuai dengan model jilbab yang diinginkan.

Uniknya kerajinan handmade ini membuat harga jilbab lukis cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan jilbab cantik lainnya.

Untuk jilbab paris lukis biasanya dijual eceran dengan harga Rp 25.000, sedangkan untuk harga grosirnya sekitar Rp 21.000. Umumnya harga jilbab lukis yang ditawarkan pelaku usaha disesuaikan dengan tingkat kerumitan pola yang diinginkan dan jenis kain yang digunakan. Jika jenis kainnya memang berkualitas dan desain gambar yang diinginkan cukup rumit, maka harganya pun bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Meskipun jilbab tersebut dilukis dengan cat, namun tidak lantas mengurangi kenyamanan konsumen yang memakainya. Bahkan dengan perawatan yang tepat, jilbab lukis ini bisa bertahan hingga 2-3 tahun pemakaian. Yang terpenting dalam perawatan jilbab lukis adalah hindari pencucian dengan menggunakan mesin cuci atau merendam jilbab lukis terlalu lama. Selanjutnya agar cat lukis tidak mengelupas, ketika menyetrika dianjurkan untuk tidak menggunakan suhu terlalu panas pada bagian-bagian yang terdapat lukisan.