Bakrieland Ajak Investor Cina Garap Industri di Kalimantan

NERACA

Jakarta - Anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) yaitu PT Bakrie Ecoinvesta akan mengajak mitra strategis asing berasal dari China untuk mengembangkan kawasan industri di Kalimantan. "Kami sedang mencari mitra strategis, salah satunya dari China,"kata Mantan Direktur Utama ELTY yang akan memimpin PT Bakrie Ecoinvesta, Hiramsyah Thaib, Kamis (12/7).

Kemudian dia menambahkan, pihaknya akan menjelaskan lebih detil untuk pengembangan kawasan industri tersebut pada bulan depan. Bakrie Ecoinvesta akan membangun lima kawasan industri di lima provinsi.

Kelima kawasan industri itu di Sumatra, dua di Jawa, satu di Kalimantan, dan satu di timur Indonesia. Salah satu kawasan yang sudah siap di Kalimantan Timur. Perseroan akan membangun kawasan industri bernama Trans Kalimantan Economic Zone dengan nilai investasi lebih dari Rp 10 triliun di lahan seluas 30 ribu hektar.

Perseroan sedang menunggu legalisasi perizinan pembangunan dan pembentukan badan hukum perusahaan. Grup Bakrie pun akan memiliki 100% dalam proyek tersebut. Adapun pihaknya sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan salah satu investor asing. Beberapa investor asing yang sudah tertarik berasal dari Amerika Serikat, China, Jepang, India dan Korea Selatan.

Kinerja Bakrieland sendiri di tahun 2011, Bakrieland berhasil membukukan kenaikan penghasilan secara signifikan, yaitu melonjak 47,5% menjadi Rp 2 triliun dibandingkan penghasilan tahun 2010 sebesar Rp 1,4 triliun. Hal ini mendukung tercapainya laba kotor sebesar Rp 958,2 miliar di tahun 2011, atau meningkat sebesar 43,2% dibandingkan laba kotor tahun 2010 sebesar Rp 669,3 miliar.

Namun demikian, seiring dengan aktivitas Perusahaan pada pengembangan proyek-proyek baru yang berdampak pada kenaikan beban usaha menyebabkan Perusahaan mencatat penurunan laba usaha sebesar Rp 232,8 miliar di tahun 2011 dibandingkan Rp 241,7 miliar di tahun 2010. Laba bersih juga mengalami penurunan sebesar 64,47% menjadi Rp 74,75 miliar dari periode yang sama 2010 sebesar Rp 210,38 miliar.

City Property merupakan kontributor pendapatan terbesar bagi Bakrieland, yakni menyumbang sebesar Rp 1.143,9 miliar atau 56,7% dari total pendapatan Bakrieland. Sementara itu, Landed Residential memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 376,8 miliar atau 18,7% dari total pendapatan Bakrieland.

Sedangkan Hotels & Resorts dan Toll Road memberikan kontribusi pendapatan masing-masing sebesar Rp 406,9 miliar dan Rp 89,8 miliar atau berkontribusi sebesar 20,2%, dan 4,5% terhadap pendapatan Bakrieland.

Berdasarkan pencapaian Perusahaan di tahun 2011, Bakrieland optimis untuk mencapai target pertumbuhan penghasilan pada tahun 2012 sebesar 15% dari pencapaian penghasilan perusahaan pada tahun 2011 yang lalu.

Kinerja pilar-pilar bisnis Perusahaan baik melalui proyek yang sedang dikembangkan, diantaranya kawasan Sentul Nirwana dan kawasan Rasuna Epicentrum di Jakarta CBD, proyek baru yang dipasarkan dan mulai beroperasinya beberapa proyek besar dengan pendapatan berkelanjutan (recurring income) diharapkan akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian Perusahaan di tahun 2012 ini. Terlebih lagi, saat ini Bakrieland memiliki potensi sales backlog yang cukup besar, yakni lebih dari Rp 800 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Investor Jembo Tunaikan Kewajiban SCB - Bayar Senilai US$ 16 Juta

NERACA Jakarta – Perusahaan kabel, PT Jembo Cable Tbk (JECC) menyebutkan penyelesaian kontijensi antara perseroan dengan Standard Chartered Bank (SCB)…

Menperin Pacu Kolaborasi Pengembangan Sektor Industri - Jelang 60 Tahun RI-Jepang

NERACA Jakarta – Hampir enam dekade, Indonesia dan Jepang menjadi mitra strategis dalam upaya pembangunan ekonomi kedua negara. Oleh karena…

Regulator Tidak Akan Beratkan Pelaku Industri

Regulator Tidak Akan Beratkan Pelaku Industri Pangsa pasar IoT di Indonesia diprediksi mencapai Rp444 triliun pada tahun 2022 dengan lebih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…