Bank BJB Siapkan Dana Rp 50 Miliar Akuisisi Tiga BPR

Kamis, 12/07/2012

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan ekspansi bisnis dan pertumbuhan kredit, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) terus perbanyak akuisisi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Untuk rencana tersebut, perseroan memastikan tiga BPR akan diakuisisi tahun ini.

Direktur Utama Bank Jabar Banten Bien Subiantoro mengatakan, tiga BPR yang akan diakuisisi tahun ini adalah BPR Warung Pondang di Cianjur, BPR Garut Kota di Garut dan BPR Jalan Sagak di Subang, “Untuk akuisisi tiga BPR tersebut, perseroan telah menyiapkan dana hingga Rp 50 miliar,”katanya di Jakarta, Rabu (11/7).

Dia menuturkan, awalnya perseroan merencanakan akan mengakuisisi 10 BPR. Namun, yang sudah selesai akuisisi itu ada tiga BPR. Batalnya Bank Jabar mengakuisisi 10 BPR, kata Bien, karena saat dilakukan uji kelayakan terhadap tujuh BPR lainnya hasilnya tidak sesuai yang diinginkan perseroan.

Bank Jabar juga sempat membidik wilayah lainnya, antara lain Majalengka, Indramayu, Bogor, dan Bekasi. Dengan akuisisi terhadap BPR ini sendiri dapat mendorong peningkatan kredit mikro Bank Jabar. Per Desember 2011, kredit mikro Bank Jabar sebesar Rp 3 triliun dari total portofolio kredit sebesar Rp 27 triliun.

Dengan akuisisi BPR, Bank Jabar berharap dapat mendorong peningkatan kredit mikro menjadi Rp 6 triliun. Kemudian soal kerjasama dengan PT Intiland Development Tbk dalam pambiayaan kredit kepemilikan apartemen (KPA), kata Bien, tujuan kerjasama ini adalah pembiayaan Bank Jabar KPA kepada end user untuk pembelian apartemen Aeropolis Residence, yang berlokasi di Cengkareng, Tangerang."Plafon kredit yang disediakan Bank Jabar untuk per unitnya mulai dari Rp 25 juta sampai di atas Rp 10 miliar. Kalau ada yang mengajukan, BJB siap menyalurkan,"ungkapnya.

Sementara itu, total pinjaman konsumer Bank Jabar pada triwulan pertama tahun 2012 sebesar Rp 20,4 triliun naik 21,6% dibandingkan triwulan pertama tahun 2011 (YoY) yaitu Rp 16,8 triliun.

Selain itu, perseroan mengungkapkan telah menurunkan bunga deposito atau simpanan premium di kuartal II 2012 ini.

Bunga Deposito Turun

Bunga deposito tersebut diturunkan sebesar 0,5% dari sebelumnya pada kuartal pertama 2012 rata-rata bunganya adalah 6,4%, “Penurunan ini cukup signifikan dari kuartal sebelumnya, yaitu menjadi 5,9% dari 6,4%,” kata Bien Subiantoro.

Bahkan di tiga bulan pertama tahun lalu bunga deposito emiten dengan kode saham BJBR lebih tinggi yaitu 6,6%. Usaha ini dimaksudkan Bank Jabar untuk menekan biaya operasional bank dan ”mengakrabkan” suku bunga kredit dengan nasabah. “Kami berusaha menekan cost of fund bank dan diharapkan penurunan itu bisa menolong suku bunga kredit agar lebih bersahabat dengan nasabah,” tutur Bien.

Saat ini pinjaman konsumer di Bank Jabar merupakan mayoritas dari total penyaluran kredit. Sementara pinjaman konsumer mencapai 67% dari total penyaluran perseroan. Dari pinjaman konsumer tersebut, sebagian besar disumbang penyaluran kredit multiguna yang meliputi biaya renovasi rumah, pembelian kendaraan hingga biaya sekolah.

Dia menambahkan, menjelang perayaan hari besar seperti ramadhan dan lebaran, penyaluran kredit ini akan meningkat. ”Kemungkinan besar, persentase penyaluran juga akan naik,” ungkapnya. (ria)