Global Teleshop Incar Pendapatan Rp 120 Miliar Tahun Ini - Tambah 100 Gerai di Semester Dua

NERACA

Jakarta - Perusahaan distributor dan retail handphone PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menargetkan laba bersih mencapai Rp 120 miliar di tahun 2012 ini. Perseroan optimistis bisa mengerek laba bersih sebesar 55% dari Rp 77,5 miliar di tahun sebelumnya.

Presiden Direktur GLOB Evy Soenarjo mengatakan, pihaknya membidik pendapatan Rp 3,1 triliun tahun ini. Namun, dia enggan merinci berapa pendapatan perusahaan pada semester pertama lalu. "Mungkin minggu depan bisa diumumkan," katanya di Jakarta, Selasa (10/7).

Menurutnya, bisnis perseroan bidang handphone ini memiliki prospek usaha yang bagus dan akan terus meningkat. Hal ini dilatarbelakangi dari tingkat pertumbuhan penjualan telephone seluler yang terus meningkat, khususnya smartphone dan tablet.

Maka untuk mencapai target tersebut, Global Teleshop sudah mempersiapkan sejumlah strategi. Salah satunya, dengan melebarkan sayap berupa penambahan jumlah gerai, jumlah pengecer/agen penjual, diversifikasi produk, dan value added services lainnya.

Kemudian untuk penambahan gerai, perseroan menargetkan bisa membuka 60-100 toko baru tahun ini dengan dengan nilai investasi Rp 40 miliar-Rp 50 miliar yang diambil dari belanja modal atau capital expenditure tahun ini. "Penambahan toko baru tersebut diperkirakan bisa menaikkan penjualan, baik untuk telepon selular ataupun SIM starter pack dan voucher," jelasnya.

Menurut Evy, biaya investasi setiap gerai yang akan dibuka tergantung dari lokasi dan ukuran tempat yang disewa. Kesiapan pembukaan gerai baru juga tergantung dari pembangunan mall, tempat gerai tersebut berada. "kami akan membuka gerai baru di seluruh pulau di Indonesia, kecuali Sulawesi dan Irian karena terbatasnya keberadaan mall di daerah tersebut," tuturnya.

Pendapatan Semester I

Evy mengakui, pendapatan GLOB di semester pertama tahun ini sudah mencapai 40% atau sebesar Rp 1,24 triliun dari pendapatan yang ditargetkan perusahaan tahun ini sebesar Rp 3,1 triliun."Kami belum liat laporan keuangan semester pertama ini sih, tapi harusnya pendapatan di semester pertama sudah 40% dari pendapatan yang kami targetkan tahun ini Rp 3,1 triliun," ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, untuk laba bersih di semester pertama tahun ini juga akan tercapai 50% atau sebesar Rp 60 miliar dari target laba bersih tahun ini Rp 120 miliar. "Semester pertama tahun ini, laba bersih diperkirakan sudah capai 50% dari target atau sebesar Rp 60 miliar,"ungkapnya

Perseroan mengklaim saham yang dilepas ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (IPO) didominasi oleh investor asing sebesar 82%. Kata Evy, pemesanan saham dari investor asing lebih mendominasi."Ini tercatat sebesar 82% diserap asing, sedangkan sisanya adalah investor domestik yang hanya 18 persen," katanya.

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan melepas sebanyak 111.112.000 lembar saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah proses penawaran dengan harga penawaran perdana Rp 1.150 per saham.

Evy menambahkan dalam aksi korporasi ini tercatat adanya kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 13,2 kali dari jumlah saham yang ditawarkan selama penawaran umum.

Dari saham yang dilepas itu untuk komposisi pemesanan perorangan sekitar 17% dan sisanya diserap investor institusi sebesar 83%."Dari hal tersebut kami meyakini bahwa prospek bisnis perseroan akan terus meningkat, di mana dapat terlihat dari tingkat pertumbuhan penjualan seluler yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu khususnya 'smartphone' dan tablet," tuturnya.

Sepanjang 2011, emiten ritel telekomunikasi ini membukukan pendapatan bersih Rp 1,86 triliun atau tumbuh signifikan dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp 41 miliar. Seiring kenaikan pendapatan, laba bersih juga mengalami peningkatan menjadi Rp 77,5 miliar, dibandingkan periode yang sama 2010 senilai Rp 1,81 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Dua Kapal Milik Dua Putra Utama Terbakar

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk  (DPUM) dirundung musibah karena dua kapal milik perusahaan terbakar. Direktur Utama Dua…

Tutup Gerai dan PHK Karyawan - Saham Hero Supermarket Menuai Pil Pahit

NERACA Jakarta – Keputusan PT Hero Supermarket Tbk (HERO) melakukan efisiensi dengan menutup sebanyak 26 gerai  dan melakukan pemutusan hubungan…

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…