Bangun Properti Ramah Lingkungan, Pengembang Sabet Award

Selasa, 10/07/2012

NERACA

Jakarta – Langkah banyak pengembang yang membangun proyek properti lebih ramah lingkungan dengan konsep properti hijau (green property) berbuah penghargaan. Pasalnya, meskipun pengembangan proyek green property memakan biaya investasi lebih besar, pengembang mulai memperlihatkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan.

Menurut Managing Director Corporate Strategy & Services Sinarmas Land, Ishak Chandra, pengembangan proyek green property menelan investasinya yang lebih mahal, namun dalam jangka panjang pengembangan konsep properti hijau akan menguntungkan pengembang dan konsumen.

“Investasi untuk green property lebih mahal sekitar 10%-20% dari properti biasa,” kata Ishak seusai menerima Anugerah ‘Developer of the Year 2012’ dalam Indonesia Property & Bank 2012 di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Ishak, Sinarmas Land Group memasukkan persyaratan properti hijau dalam pengembangan seluruh proyek propertinya yang kini mencapai 40-50 proyek. Saat ini, proyek yang dibangun Grup usaha milik keluarga taipan Eka Tjipta Widjaja ini tersebar di seluruh tanah air dengan target bisa menjadi pelopor properti ramah lingkungan.

Ishak mengungkap, Sinarmas Land tengah menyiapkan distrik green building seluas 25 hektare di BSD City Tangerang yang bakal menjadi kantor pusat kelompok usaha Sinarmas.

Dia menegaskan, Sinarmas Land memegang teguh komitmen untuk menerapkan konsep green property dalam setiap pengembangan proyek baru dan tidak lagi sekedar menjual imej proyek ramah lingkungan.

"Sejak awal proyek direncanakan kami sudah langsung menerapkan konsep hijau itu dari segi desain bangunan maupun lingkungan dan manajemen pengelolaan properti kami. Sejauh ini usaha kami ini sudah dihargai oleh sejumlah pihak di dalam maupun di luar negeri melalui pemberian penghargaan,” jelasnya.

Konsep properti hijau, sambung Ishak, telah menaikan minat pasar untuk membeli proyek properti yang dikembangkan Sinarmas Land sehingga mampu menggerakan penjualan di semua proyek yang dikembangkan.

Dalam tahun ini, imbuh Ishak, pihaknya menargetkan bisa menjual 3.000 unit rumah di semua proyek yang dikembangkan, seperti BSD City, Kota Wisata Cibubur, Legenda Wisata Cibubur, Kota Deltamas Cikarang, Grand Wisata Bekasi, Taman Permata Buana Jakarta Barat, Telaga Golf Sawangan Depok hingga Banjar Wijaya Tangerang. “Untuk BSD saja kami menargetkan penjualan Rp4 triliun dari berbagai produk yang kami kembangkan,” terang Dia.

Ishak menilai, konsep properti hijau akan berkembang seiring dengan makin pedulinya masyarakat sebagai konsumen terhadap lingkungan. Selain itu, di kalangan pengembang sendiri konsep ini juga bukan lagi menjadi gimmick atau barang dagangan untuk mendongkark penjualan. “Ke depannya properti hijau pasti akan berkembang. Pemerintah juga akan memberikan insentif,” papar Ishak.

Dia mengaku, penerapan konsep properti hijau merupakan komitmen perusahaan untuk menyediakan properti ramah lingkungan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Selain Sinarmas Land, pengembang yang juga mendapatkan penghargaan serupa antara lain PT Belaputera Intiland, PT Ciputra Development Tbk, dan PT Agung Podomoro Land Tbk.

Dalam ajang tersebut, Chairman Agung Podomoro Group Trihatma K Haliman meraih Man Property of The Year 2012. Sementara CEO PT Ciputra Property Tbk Chandra Ciputra mendapatkan CEO of The Year 2012.

Indra Utama, Pemimpin Redaksi Majalah Property&Bank, penyelenggara ajang IPBA menjelaskan, keberhasilan suatu produk harus diinformasikan secara baik dan cerdas sehingga mampu membuat konsumen tertarik untuk membeli dan memiliki produk tersebut.