Daerah Pun Semakin Membutuhkan Jalan Tol

Sabtu, 07/07/2012
Oleh Agus S. Soerono Wartawan Harian Ekonomi NERACA Pertumbuhan ekonomi yang semakin menyebar ke berbagai daerah mendorong kebutuhan infrastruktur yang meningkat pula. Hal ini terasa di Pulau Sumatera, di mana Provinsi Sumatera Barat sudah merasakan perlunya untuk dibangun jalan tol di wilayah itu. Dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat pada 2011 yang tercatat sebesar 6,22% atau lebih tinggi dibandingkan dengan pada 2010 sebesar 5,93%, maka pembangunan infrastruktur jalan tol sudah terasa kian mendesak.. Dengan tingkat pertumbuhan sebesar itu, jalan arteri yang ada di daerah itu sudah terasa tidak bisa lagi mendukung kebutuhan transportasi di kawasan itu. Namun kebutuhan akan jalan tol bukan hanya dirasakan di Sumatera Barat saja. Keperluan akan infrastruktur jalan itu juga dirasakan mendesak di Sumatera Utara, yaitu pada ruas jalan Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km. Begitu pula di Riau untuk ruas Pekanbaru-Kandis-Dumai sepanjang 135 km dan juga di Prov. Lampung yaitu ruas tol Lampung Ring road-Tanjung Karang sepanjang 21 km. Memang kebutuhan akan jalan tol yang biasanya menggunakan rigid pavement (pengecoran dengan beton), mempunyai kapasitas muat kendaraan dengan muatan sumbu terberat (MST) yang jauh lebih tinggi ketimbang sebuah jalan arteri. Kalau jalan arteri hanya mampu dilintasi kendaraan dengan MST 10 ton, maka jalan tol bisa melayani kendaraan yang MST-nya jauh lebih tinggi. Sebagai dampak dari mengejar angka pertumbuhan itu, banyak kendaraan yang overload untuk menghemat biaya transportasi barang-barang konsumsi. Akibatnya jalan arteri yang menerima beban tonase yang tinggi tidak mampu lagi menahan beban itu. Jalan itu menjadi retak, pecah, bahkan menjadi kubangan yang tidak lagi layak disebut sebagai jalan. Siklus kerusakan jalan itu terus terjadi, terutama pada musim penghujan. Dinas Bina Marga setempat seperti harus berlomba dengan waktu untuk memperbaikinya. Baru sempat diperbaiki sebentar, jalan itu sudah harus menerima beban yang melebihi kapasitasnya, sehingga kembali rusak. Itulah sebabnya tawaran PT Jasa Marga untuk membangun jalan tol kepada berbagai daerah, terutama di Sumatera, mendapat sambutan hangat. Para pemerintah provinsi itu mendorong badan usaha milik daerah untuk membentuk konsorsium dengan PT Jasa Marga untuk menggelar hajatan pembangunan jalan tol itu.