Kuasai Pasar, Aksi Korporasi Tunas Ridean Berjalan Mulus - Beli 100% Saham Rahardja Ekalancar

NERACA

Jakarta – Persaingan ketat industri pembiayaan kendaraan bermotor, menuntut perusahaan untuk mempertahankan pasar dan menjaga likuiditas permodalan. Maka dalam rangka memperluas pasar, PT Tunas Ridean Tbk (TURI) akan membeli 100% saham PT Rahardja Ekalancar.

Rencananya, akuisisi atau pembelian saham Rahardja Ekalancar akan dilakukan melalui dua transaksi. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (2/7).

Disebutkan, langkah pertama perseroan akan melakukan pembelian sebanyak 70%, atau 18.788 lembar saham yang dimiliki oleh Andi Halim. Kedua, anak usaha perseroan, PT Tunas Mobilindo Parama akan membeli sebanyak 30%, atau 8.052 lembar saham milik Gunardi.

Perseroan menjelaskan transaksi akuisisi tersebut merupakan transaksi afiliasi akibat pemegang saham Rahardja dan komisaris utama Rahardja memiliki hubungan keluarga dengan direksi, komisaris utama dan komisaris Tunas Ridean. Adapun nilai dari transaksi akuisisi ini adalah Rp 29,5 miliar. Di mana sebanyak Rp 20,65 miliar untuk pembelian saham dari Andi Halim, dan sebesar Rp 8,85 miliar untuk pembelian saham dari Gunardi.

Maka untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan sudah mendapatkan izin dari pemegang sahamnya. Sebagai informasi, Tunas Ridean membukukan pendapatan bersih 2011 sebesar Rp2,6 triliun atau tumbuh 22% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,13 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari hasil penjualan yang ada dan ditambah bisnis rental.

Pertumbuhan penjualan mobil TURI mengalami peningkatan dari pasar nasional yang mengalami pertumbuhan sebesar 21% menjadi 12,725 unit dan di industri motor naik 8% menjadi 44,582 unit.

Rahardja Ekalancar sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan, jasa pelayanan perbaikan kendaraan merek Isuzu. Rahardja sekarang sudah memiliki dua outlet di Jakarta.

Terkait kinerja di kuartal I-2012, TURI membukukan laba bersih sebesar Rp 107,16 miliar atau Rp 19 per saham pada kuartal I 2012. Laba bersih kuartal I 2012 menunjukan pertumbuhan 35,71% bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I tahun lalu sebesar Rp 76,15 miliar atau Rp 14 per saham.

Hal tersebut disebabkan oleh pendapatan perseroan mengalami peningkatan dari Rp 2,11 triliun menjadi Rp 2,58 triliun pada kuartal I tahun ini. Beban perseroan mengalami peningkatan dari Rp 1,95 triliun menjadi Rp 2,37 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

Aksi Beli Bawa IHSG Kembali di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/1)kemarin, indeks harga saham gabungan ditutup naik tipis…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…