Semester Dua, WIKA Raih Kontrak Baru Senilai Rp 565,8 Miliar

Selasa, 03/07/2012

NERACA

Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengantongi dua kontrak baru proyek jalan tol senilai total Rp 565,8 miliar. Proyek pembangunan jalan tol itu di antaranya ruas Gempol-Pandaan tahap I paket 2 dengan nilai kontrak Rp 225 miliar dan pembangunan ruas tol Bogor Ring Road seksi 2A Kedung Halang-Kedung Badak senilai Rp 340,8 miliar.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Natal Argawan mengatakan, untuk proyek tol Gempol-Pandaan tahap I paket 2, Wijaya Karya ditunjuk sebagai kontraktor utama sepanjang 5,95 kilometer dengan lebar 2x13 meter. Total panjang tol itu 11 kilometer, “Proyek ini telah dimulai Mei 2012 dan direncanakan selesai selama 15 bulan," katanya di Jakarta, Senin (2/7).

Dia menuturkan, proyek ini didanai oleh PT Marga Bumi Adhi Karya sebagai konsorsium PT Jasa Marga Tbk. Jalan tol itu akan menghubungkan jalan tol Surabaya-Gempol yang saat ini telah beroperasi.

Sementara itu, khusus pada proyek pembangunan jalan tol Bogor Ring Road seksi 2A, Wijaya Karya akan menggunakan teknologi precast double box girder dengan sistem span by span. Artinya, box girder yang diinstal akan diangkat menggunakan lounching gantry dan di-stressing sekaligus untuk satu bentang yang panjangnya 50 meter.

Selain itu, proyek ini menerapkan single bor pile diameter 2,5 meter sebagai pondasi. Proyek yang rencananya dimulai pada Juni 2012 akan diselesaikan dalam waktu 17 bulan ke depan. Panjang jalan tol mencapai 2 kilometer dan lebar 2x10,3 meter.

Dia menambahkan, proyek ini didanai oleh PT Jasa Marga Sarana Jabar sebagai anak perusahaan Jasa Marga dengan Pemda Jawa Barat,”Ini merupakan kelanjutan dari jalan tol Bogor Ring Road seksi I dan setelah beroperasi diharapkan dapat mengatasi kemacetan di wilayah kota Bogor dan sekitarnya," ujarnya.

Asal tahu saja, hingga Juni 2012, WIKA telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 7,54 triliun dari target Rp 16,52 triliun tahun ini. Natal mengungkapkan sepanjang 2012 ini perseroan membidik total kontrak dihadapi senilai Rp 32,09 triliun atau meningkat 20,68% dari pencapaian pada 2011 lalu senilai Rp 26,59 triliun.

Sementara itu, WIKA menargetkan pendapatan perseroan pada 2012 bisa mencapai Rp 12 triliun atau meningkat 23% dari proyeksi perusahaan tahun ini sebesar Rp 9,4 triliun. Dari pendapatan tersebut, Wika tetap mengandalkan pendapatan dari proyek pemerintah dengan porsi mencapai 49-50 persen dari proyek yang digarap perusahaan. Sisanya sekitar 16-17% dari swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekitar 30%.

Peningkatan pendapatan itui diharapkan bakal mendorong kenaikan laba bersih perseroan pada 2012 yang ditargetkan mencapai Rp 430 miliar. Target laba itu naik sekitar 18% dibandingkan proyeksi laba bersih perseroan pada 2011 sebesar Rp 351 miliar. (didi)