Duta Pertiwi Anggarkan Rp 500 Miliar Untuk Ekspansi

NERACA

Jakarta - Emiten properti dan anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 500 miliar untuk melakukan sejumlah ekspansi usaha di tahun ini. Ekspansi ini akan digunakan untuk penambahan land bank dan pembangunan infrastruktur di sejumlah lahan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DUTI, Hermawan Wijaya mengatakan, ekspansi perseroan akan membangun sekitar empat proyek-proyek baru di tahun ini. “Proyek pertama, itu meliputi penambahan land bank untuk perumahan Grand Wisata yang sebesar 1100 hektar (ha) dimana perseroan sudah memiliki sekitar 865 ha dan sedang mengincar akusisi 200 ha di tahun ini,”katanya di Jakarta, Rabu (27/6).

Kedua adalah, pembangunan area industri untuk kawasan industri (light industri) yang terletak di pinggir tol Surabaya - Gresik dengan kebutuhan lahan sebesar 350 ha. Kemudian proyek ketiga adalah, penambahan sisa land bank untuk Roxy yang tadinya 15 ha dan akan ditambah satu ha menjadi 16 ha. Sisa lahan itu akan digunakan untuk pembangunan superblok.

Diungkapkan Hermawan, ketiga lahan itu sudah siap untuk beroperasi tahun ini, sedangkan untuk kawasan industri rencananya akan dimunculkan pada semester satu 2013.

Dia menambahkan, dengan kenaikan ini akan menaikan pendapatan perseroan sebesar 10% dimana sekitar 50% nya dikontribusikan melalui recurring income yang berasal dari penyewaan asetnya serta sisanya dari pendapatan marketing sales residensialnya. "Kami untung melalui penyewaan ITC dan penyewaan kantor serta unit residensial, terbukti marketing sales sampai semester 1 2012 sudah mencapai Rp 400 miliar" tuturnya.

Oleh karena itu, perseroan masih mengandalkan pengembangan proyek International Trade Center (ITC) sebagai strategi perusahaan di tahun 2012."Untuk strategi target perusahaan di tahun 2012 tidak ada yang baru, proyek ITC masih memiliki nama dengan pertumbuhan revenue 10% dan net profit juga 10%," kata Hermawan Wijaya.

Menurutnya masih banyak peluang kios-kios yang disewakan dalam ITC yang pengembangannya dipantau langsung oleh perusahaan. Sejumlah ITC seperti di Mangga Dua, Cempaka Mas, dan Depok masih tetap menjadi andalan.

Sementara dari proyek perumahan pun ungkap Hermawan perusahaan berhasil membukukan sales penjualan sebesar Rp490 miliar di tahun 2011."Ada lima sampai tujuh cluster yang akan digarap, dan saat ini baru tiga cluster," ujarnya.

Tidak Bagi Dividen

DUTI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk tidak melakukan pembagian dividen, karena ada kewajiban melunasi obligasi pada Juli. "Perusahaan tidak membagikan dividen pada RUPST kali ini karena ada kewajiban melunasi obligasi," kata Hermawan

DUTI menurutnya harus menggeluarkan untuk biaya obligasi yang harus dilunasi perusahaan saat ini sebesar Rp 500 miliar. Perusahaan ungkapnya berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 348,59 miliar atau naik 30,54% dari tahun 2010 sebesar Rp 267 miliar.

Laba bersih sebesar Rp 346,59 miliar digunakan umtuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis DUTI di tahun 2012. Untuk pencapaian kuartal pertama di 2012 perusahaan berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp 94 miliar naik dari periode yang sama di tahun 2011 sebesar Rp 61 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Suku Bunga 4,25% untuk Dorong Investasi

  NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyatakan suku bunga acuan sebesar 4,25 persen sudah…

BCA Serahkan Donasi Rp850 juta untuk UNICEF

      NERACA   Jakarta - Memperingati hari anak sedunia yang jatuh tanggal 20 November, PT Bank Central Asia…

Anabatic Incar Akuisisi Tiga Perusahaan - Siapkan Capex Lebih Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menganggarakan belanja modal (capex) lebih dari Rp 100 miliar untuk ekspansi bisnis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pegadaian Bakal Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta –Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai…

Bidik Akademisi, Citilink Gandeng ILUNI UI

Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali mengadakan kerjasama dengan organisasi alumni perguruan tinggi, kali ini dengan ILUNI UI (Ikatan…

KSEI Catatkan SID di Pasar Capai 1.09 Juta

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan, jumlah investor yang tercatat di KSEI naik signifikan.…