Genjot Penjualan, BSD Ekspansi Surabaya dan Luar Jawa - Siapkan Investasi Rp 700 Miliar

NERACA

Jakarta – Boomingnya pasar properti di Indonesia menjadi peluang pasar yang tidak boleh dilewatkan begitu saja bagi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Oleh karena itu, emiten ini terus gencar ekspansi dan termasuk rencana mengembangkan usahanya ke empat kota seperti di Surabaya,Samarinda, Sumatera dan Makasar pada tahun ini.

Direktur dan Corporate Secretary BSDE Hermawan Wijaya mengfatakan tahun ini pihaknya sedang mengincar kota Surabaya, Samarinda, Sumatera dan Makasar untuk rencana pengembangan usaha Perseroan. "Khusus untuk Samarinda, kita telah membebaskan lahan seluas 100 hektar dan akan kita kembangkan hingga 200 hektar,"katanya di Jakarta, Rabu (27/6).

Nilai investasi untuk pengembangan bisnis di Samarinda, perseroan memperkirakan menelan biaya mencapai Rp 400 miliar. Pembelian lahan tersebut akan digunakan untuk perumahan.

Lebih lanjut Hermawan menjelaskan, untuk di wilayah Surabaya, perseroan telah membebaskan lahan hingga 41,6 hektar. Seluar 40 hektar diperuntukan bagi perumahan, dan seluas 1,6 hektar untuk kawasan sektor komersial. "Diperkirakan total investasi Surabaya sekitar Rp 300 miliar," tuturnya.

Dia menambahkan, sementara untuk kawasan Makasar dan Sumatera, masih dalam proses perencanaan. "Untuk Makasar dan Sumatera masih dalam perencanaan saat ini, dan belum finalisasi dengan partner kita" tambahnya.

Perseroan pada tahun ini menargetkan pertumbuhan marketing sales hingga Rp 4,2 triliun atau naik 22% dibanding tahun lalu diangka Rp 3,4 triliun. Sementara, hingga Juni tahun ini, perseroan berhasil membukukan marketing sales hingga Rp 2 triliun. "Sebesar Rp 1,6 triliun diperoleh dari BSDE sendiri, dan sisanya sebesar Rp 400 miliar bersumber dari anak usaha," tuturnya.

Realisasi Capex

Hingga Juni ini perseroan telah menyerap belanja modal atau capital expendicture (capex) sekitar Rp 800 miliar dari total capex yang dianggarkan Rp 2 triliun. "Capex tersebut sebagian besar telah digunakan untuk pembebasan lahan baru," ujar Hermawan.

Kata Hermawan, hingga Juni ini belanja modal yang telah dianggarkan sudah terserap sekitar 40% atau sekitar Rp 800 miliar. Adapun sisanya di semeter dua ini, akan digunakan sesuai kebutuhan perseroan.

Dari anggaran capex tahun ini sebesar Rp 2 triliun, kata Hermawan, rinciannya sebesar 1,5 triliun untuk belanja modal sedangkan sisanya Rp 500 miliar belanja modal anak perusahaan. Menurutnya, sumber pendanaan capex itu akan diambil dari kas internal. "Dana capex tersebut semuanya berasal dari internal," ujarnya.

Bagi Dividen

Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 175 miliar. Nilai dividen yang akan dibagikan ini setara dengan 21% dari total keuntungan bersih Perseroan tahun 2011 sebesar Rp 841 miliar. Rencana pembagian dividen ini sudah disepakati manajemen maupun pemegang saham BSDE dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). "Para pemegang saham saham BSDE setuju bagikan dividen sebesar Rp 10 per saham. Sedangkan Rp 666 miliar atau 79% dari laba bersih 2011 Perseroan dibukukan sebagai laba ditahan dan cadangan umum,"ungkapya.

Dia mengungkapkan, alokasi dividen tersebut memberikan keseimbangan bagi BSDE untuk meningkatkan ekspansi bisnis dan mempertahankan struktur permodalan serta memberikan imbal hasil bari pemegang saham Perseroan.

Sepanjang 2011, BSDE berhasil membukukan laba bersih Rp 841 miliar. Angka ini tumbuh signifikan 113% dibandingkan dengan pencapaian yang sama pada tahun lalu Rp 384 miliar. Pencapaian ini didukung oleh kuatnya pendapatan BSDE yang mencapai Rp 2,8 triliun dibandingkan angka pendapatan tahun 2010 yang sebesar Rp 2,5 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

Penjualan Sepeda Motor Terganggu Administered Price

  Kepala Divisi Hubungan Investor PT Astra International Tbk (Astra), Tira Ardianti, mengatakan gangguan daya beli masyarakat yang terjadi terutama…

HOME Siapkan Rp 28 Miliar Untuk Renovasi - Genjot Okupansi

NERACA Jakarta – Guna memuluskan ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) menganggarkan belanja modal sebesar…

ROTI Berniat Jual 700 Ribu Saham Buyback

NERACA Jakarta – Meskipun baru saja menggelar rights issue, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) masih butuh modal besar untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Nindya Karya Berencana Go Public di 2018

Bila tidak ada aral melintang, PT Nindya Karya (Persero) akan melakukan penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering…

Banyak Manfaat IPO - Perusahaan di Jambi Didorong Go Public

NERACA Jambi - Mendorong perusahaan lokal go public, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jambi menggelar roadshow dan mengedukasi manfaat…

Obligasi Dalam Negeri Diminati Investor Asing

Analis pasar modal dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menilai bahwa instrumen investasi obligasi di dalam negeri masih diminati investor…