Multistrada Fokus Kembangkan Kawasan Industri - Bagi Dividen Rp18,36 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) menyiapkan anggaran sebesar US$40 juta untuk membeli alat-alat pergudangan (warehouse). Anggaran ini diambil dari belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini.

Direktur Utama MASA, Pieter Tanuri mengatakan, anggaran tersebut akan didapatkan perseroan melalui sindikasi beberapa bank seperti PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), HSBC, dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII). Keputusan memilih pendanaan dari bank tersebut karena tingkat suku bunga yang cukup rendah.

"Kami pinjam dari bank melihat suku bunga bank masih cukup rendah," ungkap Pieter di Jakarta, Rabu (20/6). Dia mengatakan, pihaknya juga sedang mengembangkan perkebunan karet melalui anak usaha PT Multistrada Agro Internasional di lahan seluas 5.000 hektar untuk tahap pertama.

Sedangkan anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp400 miliar, dan hasilnya dapat dinikmati dalam lima tahun mendatang. Dijelaskan pula, kontrak perkebunan karet tersebut berlangsung hingga 60 tahun dengan perkiraan investasi sebesar Rp13 triliun.

"Dari total investasi itu tidak langsung dikeluarkan semuanya Rp13 triliun. Ini akan dilakukan secara bertahap dengan tahap awal sebesar Rp400 miliar, serta hasil produksi karet tersebut akan digunakan untuk kepentingan perseroan," tukasnya.

Izin BKPM

Tak hanya itu saja. Perseroan berencana membangun kawasan industri di lahan seluas 210 hektar guna memenuhi keinginan pemerintah yang meminta semua perusahaan manufaktur untuk pindah ke kawasan industri sebelum Desember 2014.

Dengan pembangunan kawasan industri itu, Pieter menegaskan bahwa perseroan akan membentuk anak usaha yang diberi nama PT Kawasan Industri Multistrada. Dia juga memastikan bahwa sebelum Desember 2014, pihaknya akan bisa menyelesaikan pembangunan kawasan industri tersebut.

"Rencana itu juga membuat perseroan memiliki bisnis baru yakni penjualan lahan mengingat izin pembangunan kawasan industri sudah kami dapatkan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)," ungkap dia.

Pieter mengatakan, sudah ada beberapa perusahaan lokal berminat membuka kantor di lahan milik MASA. Sedangkan perusahaan asing, berasal dari Korea, China, dan India. Kendati demikian, sejauh ini perseroan telah mengamankan sekitar 150 hektar lahan dan ditargetkan bisa membebaskan lahan sekitar 50 hingga 60 hektar pada tahun ini.

Laba ditahan

Dalam keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), menyetujui pembagian dividen sebesar Rp2 per lembar saham atau senilai total Rp18,36 miliar. Pieter menjelaskan, pembagian dividen ini setara 12,86% dari raihan laba bersih sepanjang 2011 senilai Rp143 miliar.

"Untuk sisa laba bersih, akan dialokasikan 87,14% atau senilai Rp124,40 miliar sebagai laba ditahan," katanya. Dia menambahkan, adanya komposisi pembagian dividen dengan laba ditahan ini akan membuat perseroan mendapatkan keseimbangan dan tambahan modal dalam pengembangan usaha sepanjang 2012.

Terkait kuartal I-2012, penjualan MASA tercatat tumbuh sekitar 20% menjadi Rp794 miliar dibanding periode yang sama 2011 senilai Rp657 miliar. Segmen ekspor menjadi tulang punggung perseroan, di mana 73% dari total penjualan diperoleh dari penjualan ekspor dan sisanya sebesar 27% merupakan penjualan domestik.

Dari sisi pangsa pasar, Asia Pasifik masih menjadi pasar ekspor terbesar dengan proporsi penjualan 19% dari total penjualan ekspor, disusul Amerika 18%, Timur Tengah 17%, Eropa 11% dan Afrika 9%. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kemenperin Susun Pedoman Pengembangan Kawasan Industri 4.0 - Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian telah menyusun pedoman untuk pengembangan kawasan industri generasi keempat atau disebut Eco Industrial Park. Upaya…

Kemenperin Terus Kembangkan Industri Fesyen Muslim Indonesia

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih mengatakan fesyen Indonesia saat ini masih menjadi andalan untuk…

Ketahanan Pangan Harus Jadi Fokus Pembenahan

NERACA Jakarta – Salah satu hal yang layak untuk diprioritaskan dalam program para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…