Mandala Multifinance Tidak Revisi Target Pembiayaan - Dampak Aturan Down Payment

NERACA

Jakarta - Emiten multifinance yang merupakan anak usaha Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Mandala Multifinance (MFIN) tengah mengkaji dampak penerapan aturan minimum down payment (DP) Bank Indonesia (BI) untuk kredit kendaraan yang sudah mulai diberlakukan.

Direktur Mandala Multifinance Harryanto Lasmana menegaskan perseroan masih akan melihat kondisi pasar setelah diberlakukannya aturan BI. "Kita masih wait and see,"katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Kendati demikian, perseroan belum akan mengubah target pembiayaan. Pasalnya, selama ini kredit macet untuk sektor pembiayaan yang dikeluarkan perseroan hanya 1,17%. Kemudian adanya aturan batas minimum uang muka, perseroan tetap mematok target pembiayaan mencapai Rp 5,5 triliun.

Sampai dengan Mei, perseroan telah membukukan pembiayaan hingga 1,47 triliun. “Hingga Mei agak meleset dari target kita karena memang ada sedikit perlambatan akibat penerapan minimum DP. Porsi komposisi pembiayaan kita tetap 50 berbanding 50 antara kendaraan baru dan bekas," jelasnya.

Bagikan Dividen

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) sepakat bagi dividen tutup buku tahun 2011 sebesar Rp 54 miliar atau sebesar 30% dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp 180 miliar. “RUPS menyepakati pembagian dividen tutup buku tahun lalu sebesar 30% dari laba bersih. Sementara sisanya, penggunaan laba bersih akan digunakan sebagai modal ditahan,” ujar Harryanto.

Sekedar informasi, tahun lalu perseroan berhasil membukukan pembiayaan hingga Rp 3,8 triliun dengan menyalurkan 450 ribu unit sepeda motor aaru maupun bekas. Jumlah tersebut naik tipis 5% bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara perolehan laba tahun lalu mencapai Rp 180,26 miliar atau tumbuh 35,88% dari perolehan sebelumnya sebesar Rp 132,66 miliar. Dengan hasil tersebut, total aset perseroan tahun lalu mencapai Rp 3,8 triliun atau naik 20% dibandingkan pada 2010.

Terkait kinerja kuartal I-2012, laba bersih MFIN mencapai Rp 51 miliar pada triwulan I/2012, cenderung stagnan dari posisi yang sama tahun lalu Rp50,92 miliar. Sementara pendapatan perseroan justru tumbuh 13,77% menjadi Rp314,18 miliar dari Rp276,15 miliar.

Sementara segmen pembiayaan konsumen berkontribusi 98,53% atau Rp 312,54 miliar terhadap pendapatan. Beban yang ditanggung perusahaan mencapai Rp 246,01 miliar, naik 18,14% dari Rp 208,23 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Izin Usaha Akan Dicabut Jika Tak Patuhi Aturan HET

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi berupa pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit kepada…

OJK Yakin Inklusif Keuangan 75% Tercapai - Pasang Target Ambisius di 2019

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan literasi keuangan yang masih tertinggal dari negara tetangga, masih menjadi pekerjaan rumah Otoritas Jasa Keuangan…

MKD Tidak Terpengaruh Surat Novanto

MKD Tidak Terpengaruh Surat Novanto NERACA Jakarta - Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad menegaskan proses penyidikan dugaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi 49,9% Saham SMRU - TRAM Kantungi Pinjaman Rp 3,13 Triliun

NERACA Jakarta - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan UOB Kay Hian Credit Pte Ltd…

Lagi, Dua Produk Sharp Unggul di ICSA

NERACA Jakarta - Hadir untuk masyarakat Indonesia selama 48 tahun membuat PT Sharp Electronics Indonesia kian mengerti terhadap karakteristik dan…

SMSM Raih Dividen Interim Rp 20,04 Miliar

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menerima pendapatan dividen dari anak usaha, PT Prapat Tunggal Cipta. Ini merupakan pembagian dividen kedua…