Gozco Bidik Penjualan Rp 620 Miliar di 2012

NERACA

Jakarta - PT Gozco Plantation (GZCO) membidik pertumbuhan penjualan menjadi Rp 620 miliar dari Rp 493 miliar pada 2011. Target ini naik sekitar 27% dari realisasi tahun lalu. Dengan target penjualan tersebut, perseroan mengincar perolehan laba bersih sebesar Rp 185 miliar, naik 7,14% dari Rp 167 miliar pada 2011.

Direktur Gozco Kresna Dewantara Gozali mengatakan, target itu didasarkan asumsi harga jual rata-rata CPO dan kernel tahun ini masing-masing Rp 8.000 per kg dan Rp 5.000 per kg, “Sampai Juni kami perkirakan realisasinya sekitar 30%-35% dari target. Kami optimis target bisa dicapai karena biasanya baru mulai naik pada Agustus hingga November," ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Perseroan, kata Kresna, menargetkan produksi CPO naik 16% mencapai 67.500 ton pada 2012 dari realisasi 2011 sebesar 58.139 ton dan palm kernel naik 14% sebesar 13.500 ton pada 2012 dari tahun 2011 sebesar 11.845. Untuk penanaman baru, emiten produsen kelapa sawit ini menargetkan mencapai 4.000 hektar atau turun dari tahun sebelumnya 4.166 hektar.

Direktur Gozco Andrew Michael Vincent menambahkan, produksi tandan buah segar (TBS) tahun ini ditargetkan mencapai 200.000 ton atau naik 20% dari tahun lalu 167.625 ton. Maka untuk mencapai target-target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 301 miliar pada 2012.

Dia menyebutkan, rinciannya penanaman baru seluas 4.000 hektar senilai Rp 96 miliar, perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM) seluas 15.055 hektar senilai Rp 153 miliar, pembayaran 35% untuk pabrik kelapa sawit dan pelabuhan di Golden Blossom Sumatra senilai Rp 47 miliar, dan penyelesaian pembangunan kantor regional Palembang senilai Rp 5 miliar. “Dana belanja modal berasal dari kas internal sebesar 65% dan sisanya pinjaman bank," kata Kresna.

Bagikan Dividen

GZCO membagikan dividen tunai dan saham Rp 17,75 miliar. Perseroan pada tahun 2011 lalu mencatatkan laba bersih Rp 167,14 miliar pada 2011 dari tahun 2010 senilai Rp 160,79 miliar. Nilai dividen setara dengan 10,62% dari total laba bersih.

Presiden Komisaris Gozco Mustofa mengatakan jumlah dividen tunai yang dibayarkan sebesar Rp 5 miliar dan sisanya yaitu Rp 12,75 miliar dibayarkan dalam bentuk dividen saham. "Rp5 miliar dari laba dialokasikan sebagai cadangan wajib dan sisanya untuk menambah return earnings perseroan," katanya.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga menyetujui pembagian saham bonus kepada pemegang saham sebesar Rp 95 miliar yang diambilkan dari agio saham yang totalnya mencapai Rp 170,7 miliar. "Dengan penambahan saham bonus ini, modal saham perseroan bertambah dari 5 miliar saham menjadi 6 miliar saham," jelasnya.

Mustofa menjelaskan, setiap pemegang 100 lembar saham perseroan berhak mendapatkan 1 dividen saham dan 19 saham bonus. Dividen dalam bentuk saham diberikan untuk menjaga cash flow perusahaan karena masih dalam tahap ekspansi. "Tujuan pembagian saham bonus adalah untuk menambah jumlah saham beredar agar lebih likuid. Pelaksanaan pembayaran dividen 25 Juli dengan tanggal cum dividen 11 Juli,”tandasnya. (didi)

BERITA TERKAIT

Realisasi Penjualan Milan Keramik Capai 80%

NERACA Jakarta – Di tengah lesunya bisnis properti saat ini, memberikan dampak berarti bagi industri keramik karena permintaan pasar dalam…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

P3D Kota Sukabumi Catat Pendapatan Rp119 Miliar

P3D Kota Sukabumi Catat Pendapatan Rp119 Miliar NERACA Sukabumi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…