Catatkan Laba Tumbuh, Krakatau Steel Bagikan Dividen Rp 15 Per Saham

Neraca

Jakarta – Perusahaan baja milik plat merah, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2011 sebesar Rp15 per lembar atau senilai Rp238,991 miliar yang akan dibagikan pada 24 Juli 2012. "Dividen ini diambil dari laba bersih 2011 sebesar Rp1,023 triliun," kata Direktur Utama Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim di Jakarta, Kamis (14/6)

Dia menjelaskan, pembagian dividen ini merupakan berkah dari prestasi kinerja keuangan perseroan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba. Pembagian dividen sendiri, sudah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham tahunan.

Total aset 2011 ditetapkan meningkat 22,3 persen menjadi Rp21,51 triliun. Selain membagikan dividen, RUPST juga menyetujui alokasi dari laba 2011 untuk dana program kemitraan sebesar Rp5 miliar, serta Rp50 miliar untuk cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan Pasal 70 UU Perseroan Terbatas No.40 Tahun 2007, yang penggunaannya sesuai dengan Pasal 71 UU No. 40 Tahun 2007, sekitar Rp728,851 miliar untuk laba ditahan, dan Rp5 miliar dialokasikan untuk program bina lingkungan 2012. "Jumlah laba ditahan ini dapat bertambah apabila saham MESOP tidak dieksekusi seluruhnya oleh manajemen dan karyawan perseroan," ujarnya

Sementara itu, laporan penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana, antara lain untuk meningkatkan modal kerja perseroan sekitar Rp627,509 miliar, pematangan lahan JV Krakatau-Posco sekitar Rp423,282 miliar, serta meningkatkan penyertaan modal pada anak perusahaan sebesar Rp125 miliar.

Belum Akuisisi IndoJapan

Kata Irvan, perseroan hingga saat ini belum berminat meningkatkan kepemilikan saham di PT IndoJapan Steel Center. Saat ini perseroan memiliki saham sebanyak 10% di PT IndoJapan Steel Center. "Tujuan kita bukan untuk menambah kepemilikan, tapi berapa besar volume baja yang bisa kita alirkan,”tegasnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini belum ada tawaran resmi dari Nippon Steel Trading Co. Ltd (NST) kepada perseroan untuk meningkatkan kepemilikan saham ini. Saat ini, Nippon Steel Trading masih memiliki 60% IndoJapan Steel.

Menurutnya, jika perseroan melakukan peningkatan kepemilikan saham, maka perseroan akan melakukan pemberitahuan pertama kepada Badan pengawas Pasar Modal dan Lembaga keuangan (Bapepam-LK) terlebih dahulu.

Sekadar informasi, IndoJapan Steel Center ini akan memproduksi baja lembaran bagi kebutuhan pembuatan komponen kendaraan. Dibangun dengan investasi sebesar Rp100 miliar perusahaan tersebut direncanakan memiliki kapasitas pengelolaan 10 ribu ton baja per bulan.

Adapun pemegang saham IndoJapan Steel, antara lain NST Jepang 30 persen, PT Adyawinsa Dinamika 30 persen, PT Dwijaya Sentosa Abadi 30 persen dan KRAS sebesar 10 persen. IndoJapan Steel akan membangun industrinya di lahan seluas 4,8 hektare (ha) di Kawasan Industri Mitrakarang, Karawang, Jawa Barat.

Disamping itu, Irvan juga menyampaikan anak usahanya PT Krakatau Nasional Resources yang sudah resmi berdiri dua hari lalu, nantinya akan bermanfaat untuk melakukan upaya pengadaan bahan baku untuk kepentingan operasi perseroan seperti Glass Furnis. "Anak usaha ini juga akan menyuplai bahan baku yang dibutuhkan oleh perseroan seperti bijih besi, batu bara dan kokas," tegas dia.

Sebagai informasi, investasi awal pembentukan usaha ini mencapai Rp 50 miliar dan kepemilikan anak usaha tersebut, secara full 100% dimiliki oleh perseroan. Selain itu, KRAS juga melakukan pergantian pada jajarannya. Salah satunya, Direktur Utama sebelumnya Fazwar Bujang diganti Irvan Kamal Hakim. (bani)

BERITA TERKAIT

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Saham CMPP Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta –Lantaran mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Rimau Multi Putra Pratama…

ROTI Berniat Jual 700 Ribu Saham Buyback

NERACA Jakarta – Meskipun baru saja menggelar rights issue, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) masih butuh modal besar untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…