ICW Mendesak Kandidat Direksi BEI Bermasalah Dicoret

Neraca

Jakarta – Guna mengindari potensi terjadinya konflik kepentingan dan tuntutan transparan sebagai wujud good corporate governance, maka pemilikan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) dituntut harus bebas dari calon kandidat yang bermasalah.

Desakan tersebut disampaikan Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Apung Widadi, “Fit and proper test yang dilakukan Bapepam-LK rawan intervensi, dan saat ini tidak ada keterbukaan dalam proses seleksi," katanya di Jakarta, Kamis (14/6).

Oleh karena itu, dirinya mendesak Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk tidak meloloskan kanadidat direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, regulator pasar modal itu sedang melakukan proses tahap akhir seleksi.

Dia menambahkan, saat ini tim seleksi Bapapam-LK disinyalir tengah melakukan tarik ulur kepentingan. Hal ini mengindikasikan adanya titipan kepentingan kelompok yang terepresentasi di tim seleksi. Kondisi ini mengancam independensi BEI ke depan. "Seharusnya seluruh direksi BEI independen, bebas konflik kepentingan, transparan serta harus mengedepankan tata kelola yang baik," ujarnya.

Dalam catatan ICW, calon direksi BEI yang rawan konflik kepentingan dan terindikasi bermasalah adalah Syamsul Hidayat yang saat ini merupakan kepala bagian Bapepam-LK. Syamsul Hidayat digadang-gadang akan menempati posisi direktur pengembangan.

Sarat kepentingan terlihat karena yang bersangkutan turut terlibat dalam penyusunan kriteria calon direksi BEI. Di satu sisi, yang bersangkutan ikut mendaftar sebagai calon tanpa mengundurkan diri terlebih dahulu dari jabatannya. "Jelas-jelas ada konflik kepentingan," kata Apung.

Calon lain yang dinilai bermasalah adalah Presiden Direktur PT Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo yang diproyeksi menempati posisi direktiur utama BEI. Harry diduga terlibat kisruh penawaran saham perdana (IPO) Krakatau Steel dan Garuda Indonesia.

Menurut Apung, IPO Krakatau Steel menimbulkan kontroversi karena sistem penjatahan yang tidak transparan, sehingga diduga menguntungkan kelompok kepentingan tertentu. Sedangkan IPO Garuda sebagaimana diketahui menyebabkan kerugian hingga puluhan miliaran dan pemerintah harus melelang kepemilikannya kepada pihak swasta dengan status merugi.

Dengan beberapa fakta diatas, kata Apung, ICW meminta tim seleksi calon direksi BEI mencoret nama-nama yang terindikasi konflik kepentingan serta mempunyai latar belakang yang kurang baik. "Dengan demikian hasil fit and proper test bukan menjadi satu-satunya penilaian. Namun harus mengedepankan integritas," tegasnya.

Belum Ada Yang Ideal

Sementara pengamat pasar modal Yanuar Rizky pernah bilang, ketiga paket direksi BEI belum ada yang ideal, “Kesemuanya tidak ada yang ideal karena suksesi direktur utama BEI hanya diselesaikan pada level arisan kelompok,”ungkapnya.

Dia menuturkan, pemilihan direksi BEI belum mempresentasikan anggota bursa. Pasalnya, paket Direktur Utama Mandiri Securitas, Harry Maryanto Supoyo dituding merupakan gerbong kekuasaan. “Kemudian, beberapa direktur yang selama ini satu gerbong dengan Ito Warsito (Dirut BEI saat ini), nyebrang ke Harry Supoyo,” ungkapnya.

Karena itu, suksesi Dirut BEI, sangat jelas faktor pragmatisme. Artinya, para direksi yang menyeberang itu, hanya ingin tetap dalam jabatannya. Begitu juga dengan paket dari Danareksa Securities. “Jadi, suksesi BEI, hanya paket geng-gengan saja. Ini menunjukkan betapa buruknya kualitas calon Dirut BEI. Harry Supoyo, dari Mandiri Securities sama saja dengan cerita suksesi komisioner Ototitas Jasa Keuangan (OJK) yang "di-Mandiri-kan" semua,” ujar Yanuar.

Idealnya, menurut Yanuar, Dirut BEI yang baru, pertama, bisa independen terhadap perusahaan sekuritas. Ini yang menurutnya sulit direalisasikan karena perusahaan sekuritas juga merupakan pemegang saham. Karena itu, figur yang diperlukan adalah figur yang bisa menjaga jarak dari manapun dia berasal.

Ketua Bapepam-LK Nurhaida sebelumnya mengatakan, saat ini pihaknya tengah memasuki tahapan penilaian dari hasil fit and proper test. Tahapan ini juga untuk melihat rekam jejak para calon direksi tersebut.

Selain melihat rekam jejak, Bapepam-LK juga akan mencari data atau informasi terkait calon-calon tersebut dari market dan para pelaku pasar. Dalam pemilihan direksi kali ini, Nurhaida menambahkan, pihaknya juga melibatkan pihak luar.

Ada tiga paket yang sudah melakukan fit and proper test. Ketiganya adalah Paket I (Ito Warsito/dirut BEI) yang didukung 32 anggota bursa (AB), paket II (Edgar Ekaputra/dirut Danareksa) didukung 11 AB, dari paket III (Harry Maryanto Supoyo/dirut Mandiri Sekuritas) yang didukung 59 AB. (bani)

BERITA TERKAIT

ICW: Ada Indikasi Kerugian Negara Sektor Batubara

ICW: Ada Indikasi Kerugian Negara Sektor Batubara NERACA Jakarta - Lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan adanya indikasi kerugian negara…

Praktisi: Peradilan Tanah Mendesak Diwujudkan

Praktisi: Peradilan Tanah Mendesak Diwujudkan NERACA Jakarta - Jumlah perkara yang masuk ke Mahkamah Agung (MA) tiap tahun tidak kurang…

BEI Menaruh Asa Keberadaan Galeri Investasi - Perkuat Basis Investor Lokal

NERACA Jakarta –Menggenjot jumlah investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku bakal terus menarik investor muda…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pegadaian Bakal Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta –Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai…

Bidik Akademisi, Citilink Gandeng ILUNI UI

Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali mengadakan kerjasama dengan organisasi alumni perguruan tinggi, kali ini dengan ILUNI UI (Ikatan…

KSEI Catatkan SID di Pasar Capai 1.09 Juta

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan, jumlah investor yang tercatat di KSEI naik signifikan.…