Kantongi Izin, BNI Pastikan Akuisisi Bahana Berjalan Mulus

Neraca

Jakarta –Rencana PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengakuisisi PT Bahana Securities akan berjalan mulus, lantaran langkah tersebut sudah mendapat kepastian atau lampu hijau dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Meneg BUMN Dahlan Iskan mengatakan, memberikan persetujuan untuk BNI mengakuisis Bahana Securities melalui mekanisme penukaran obligasi rekapitalisasi (obligasi rekap), “Saya ikut saja. Kalau Menteri Keuangan sudah mengatakan hal tersebut, maka saya sebagai yang dikuasai hanya mengikuti," katanya di Jakarta, Kamis (14/6).

Dahlan juga memberikan peluang bagi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk menukarkan obligasi rekapitalisasinya, sebab Bank Mandiri memiliki obligasi rekap yang terbesar dibandingkan bank BUMN lain."Terutama untuk Bank Mandiri selain sebagai bank BUMN terbesar, juga memiliki obligasi rekap yang terbanyak," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo telah memberikan persetujuan bagi BNI untuk menggunakan penukaran obligasi rekap dengan mengakuisisi BUMN Sekuritas, yakni Bahana Securities, asalkan mendapatkan dukungan dari DPR.

Menkeu beralasan keinginan BNI mengakuisisi Bahana harus melalui pertimbangan DPR karena berkaitan dengan divestasi (pelepasan) saham, mengingat Bahana adalah perusahaan pemerintah. Akhir 2011, BNI tercatat memiliki obligasi rekap sebesar Rp16,57 triliun.

Mayoritas merupakan jenis "hold to maturity" dengan suku bunga "fixed" (tetap) sebesar Rp14,25 triliun dan sisanya berjenis "available for sale" dengan suku bunga mengambang. Sementara itu, Bank Mandiri memiliki obligasi rekapitalisasi sebesar Rp72 triliun, termasuk AFS senilai Rp54 triliun.

Sebagai informasi, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo pernah bilang, rencana akuisisi Bahana Sekuritas menjadi incaran perseroan,”Kita masih berminat, tapi tetap lewat recap bond swap dan bukan lewat yang lain. Ini penting untuk menambah sinergi sekaligus membantu menurunkan utang pemerintah. Selain itu, ini juga penting untuk menaikkan nilai perusahaan di masa mendatang,”ungkapnya.

Kata Gatot, bila langkah akuisisi tersebut dapat dilakukan, nantinya PT Bahana Securities akan diprediksikan untuk memperkuat lini usaha BBNI di sektor sekuritas yang sebelumnya dijalankan melalui anak usaha, yaitu BNI Securities.

Selain itu, perseroan juga mengkaji untuk menerbitkan obligasi subdebt pada 2012. Jumlah nominalnya sekitar US$200 juta hingga US$300 juta, tapi bisa juga sampai US$500 juta. Kemungkinan subdebt tersebut baru akan diterbitkan pada semester kedua 2012. Dengan cadangan dolar AS tersebut, pihaknya mengharapkan kinerja perusahaan sepanjang tahun hingga 2013 mendatang tidak akan terganggu dengan gejolak krisis global. (bani)

BERITA TERKAIT

Investor Meninggalkan Saham Lippo Grup - Kasus Suap Izin Meikarta

NERACA Jakarta – Kasus suap soal perizinan Meikarta sebagai proyek properti Grup Lippo terhadap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, memberikan dampak…

Indonesia Kantongi Investasi Infrastruktur Rp202,5 Triliun - Pertemuan IMF-World Bank di Bali

    NERACA   Bali - Indonesia melalui 14 BUMN mengantongi investasi hingga 13,5 miliar dolar AS atau setara Rp202,5…

OJK Pastikan Terus Kordinasi - Hadapi Tekanan Global

      NERACA   Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan terus meningkatkan koordinasi maupun komunikasi dengan Pemerintah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…