Bekasi Asri Targetkan Penjualan Konservatif Rp 12 Miliar

Neraca

Jakarta – Perusahaan properti kelas bawah, PT Bekasi Asri Pemula Tbk menargetkan penjualan tahun ini lebih konservatif atau sama di tahun 2010. Alasannya, perseroan tengah berbenah diri untuk menutupi kerugian keuangan ditahun 2011.

Direktur Utama PT Bekas Asri Pemula Tbk Suwito mengatakan, target penjualan tahun 2012 sama dengan tahun 2010 sebesar Rp 12 miliar, “Penjualan tahun ini masih ditargetkan sama dengan target tahun 2010 dan begitu juga dengan laba bersihnya,”katanya di Jakarta, Rabu (13/6).

Dia menjelaskan, penurunan laporan keuangan tahun 2011 dipengaruhi adanya perubahan harga dari bahan material, naiknya suku bunga KPR dan diperketatkanya prasyarat pemberian kredit oleh Bank Tabungan Negara (BTN).

Tidak hanya itu, perdebatan soal subsidi perumahan kelas menengah kebawah juga memicu penurunan penjualan. Imbasnya, keuntungan perusahaan turun karena harga rumah terpaksa dinaikkan. Lantaran rugi juga perseroan menunda membagikan dividen tahun 2011.

Asal tahu saja, penjualan perseroan kuartal pertama 2012 turun menjadi Rp 4,8 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 7,9 miliar. Sementara laba setelah pajak juga terpangkas dari 1,7 triliun di 2011 menjadi Rp 1,3 miliar maret 2012.

Kemudian untuk proyeksi di kuartal kedua tahun ini, kata Suwito, perseroan berharap bisa mencatatkan pertumbuhan laba dan penjualan. Pasalnya, perseroan tengah mengembangkan proyek komersil berupa pasar modern di Bekasi.

Dia menuturkan, prospek proyek pasar modern atau pasar bersih cukup bagus karena penjualan sudah terjual penuh dan berencana akan kembali menambah proyek pasar modern. “Proyek pasar bersih memiliki lahan satu hektar dengan belanja modal tahun sebesar Rp 15 miliar,”ungkapnya.

Proyek pasar bersih ini memiliki 50 ruko dengan harga jual Rp 500 juta dan kios 100 unit dengan harga jual sekitar Rp 200 juta dan lapak yang siap disewakan. Saat ini perseroan memiliki land bank seluas 20 hektar dan berencana mengakuisisi beberapa lahan. “Untuk akuisisi lahan ini masih dikaji karena kemarin sempat batal disebabkan soal legalitas yang belum rapih,”tuturnya.

Sebagai informasi, perseroan memiliki beberapa proyek properti seperti Bumi Serpong Regecy dengan sisa lahan yang belum digarap 2,7 hektar, Alamanda Regency sisa lahan 15 hektar dan Taman Alamanda miliki sisa lahan 2 hektar. (bani)

BERITA TERKAIT

Gulu-Gulu Targetkan Buka 50 Cabang - Masuk Pasar Indonesia

    NERACA   Jakarta – Sour Sally Group mengumumkan konsep gerai minuman terbarunya yaitu Gulu-gulu. Gulu-gulu merupakan salah satu…

Graha Layar Prima Raup Untung Rp 4,26 Miliar

NERACA Jakarta - PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) membukukan pendapatan sebesar Rp 592,56 miliar per 30 September 2017. Besar…

Campina Bidik Dana Segar IPO Rp 354 Miliar - Harga Rp 310-Rp 400 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Campina Ice Cream Industry Tbk telah menetapkan rentang harga penawaran umum saham perdana alias initial public…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi 49,9% Saham SMRU - TRAM Kantungi Pinjaman Rp 3,13 Triliun

NERACA Jakarta - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan UOB Kay Hian Credit Pte Ltd…

Lagi, Dua Produk Sharp Unggul di ICSA

NERACA Jakarta - Hadir untuk masyarakat Indonesia selama 48 tahun membuat PT Sharp Electronics Indonesia kian mengerti terhadap karakteristik dan…

SMSM Raih Dividen Interim Rp 20,04 Miliar

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menerima pendapatan dividen dari anak usaha, PT Prapat Tunggal Cipta. Ini merupakan pembagian dividen kedua…