Bermain Sentimen, Transaksi Investor Domestik Turun

Neraca

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, investor domestik mendominasi aktivitas harian di Bursa Efek Indonesia mencapai 56%. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2011, dimana secara rata-rata aktifitas transaksi investor domestik mencapai 64,5%.

Kata Direktur Utama BEI Ito Warsito,kondisi ini dikarenakan investor asing yang aktifitasnya naik, maka secara otomatis pasar domestik lebih kecil dari yang tahun kemarin, “Kedepannya berharap investor domestik akan terus meningkat. Meski begitu pihaknya tidak dapat menolak kehadiran investor asing masuk ke bursa,”katanya di Jakarta, Selasa (12/6)

Menurutnya, dengan peningkatan investor domestik diyakini dapat menjaga likuiditas sehingga hal ini akan berdampak kepada minat investor asing untuk masuk ke bursa semakin tinggi. Sementara dari sisi kepemilikan saham, Ito menuturkan asing juga masih sedikit mendominasi dengan tercatat memiliki sekitar 58% dari total perdagangan sehari-hari.

Selanjutnya, kata Ito, indeks sepanjang Juni hingga kini bergerak mixed dan hal ini karena investor cenderung mengandalkan sentimen dalam bertransaksi saham."Memang di Indonesia masih bermain dengan sentimen," ungkapnya.

Dia menuturkan, keputusan berinvestasi lebih mengandalkan apa yang terjadi di bursa-bursa regional. Padahal dengan melihat fundamental ekonomi yang kuat, investasi pada instrumen saham menjadi salah satu pilihan terbaik. Ini tercermin dari aktivitas perdagangan harian investor dalam negeri cenderung turun. (bani)

BERITA TERKAIT

Tarik Investor Dengan Insentif Perpajakan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memperkuat insentif perpajakan guna pendalaman pasar keuangan…

Penerbitan SBN Diklaim Turun

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan realisasi penerbitan Surat…

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…