Modernland Realty Memulai Pembangunan Ruko La Valetta - Sold Out Saat Launching

NERACA

Tangerang – Pasar properti di kawasan Tangerang masih sangat bergairah, terbukti saat Modernland Realty meluncurkan Rumah Toko La Valetta, yang berlokasi di Kota Modern, Tangerang, langsung habis diserap pasar saat launching.

Menurut ndy K Natanael, Chief Operating Officer (COO) Urban Development PT Modernland Realty Tbk, Kota Modern merupakan kawasan menjanjikan yang terus tumbuh dengan elegan. Sehingga bagi pembeli properti untuk investasi, melihat harga properti di Kota Modern masih reasonable dan marketable untuk dibeli.

“Kenaikan harga properti sangat ditentukan oleh faktor pendorong. Bagi mereka yang mau berinvestasi, Kota Modern masih memiliki banyak blower, antara lain akan dilintasi jalan tol, dibangun kondotel tahun ini, serta masih banyak fasilitas yang belum dan akan dibangun di modernland,” jelas Andy dalam siaran pers yang diterima Neraca, Selasa.

Andy menyarankan, ketika melihat properti sebagai investasi, pembeli harus memperhatikan apakah harganya sudah mencapai titik jenuh atau belum. “Jika belum, ambil segera properti tersebut. Jika sudah mendekati titik jenuh, apakah kita masih perlu membelinya? Jawabannya ya tergantung. Pembeli harus melihat apakah akan ada blower di kawasan tersebut,” jelasnya.

Harga properti di Kota Modern, imbuhnya, belum mencapai titik jenuh dan masih memiliki banyak blower. “Jadi membeli properti di Kota Modern merupakan keputusan yang tepat karena harganya ke depan akan mengalami kenaikan luar bisa,” ujar Andy.

Besarnya kebutuhan terhadap properti komersial mendorong Modernland Realty meluncurkan ruko La Valetta. Lokasinya berada di depan cluster La Valetta, tepat di seberang lapangan golf Kota Modern. Ruko tersebut sudah terjual habis saat launching 31 Maret lalu dan saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Andy mengungkapkan, saat ini rasio jumlah hunian dengan ruang komersial (ruko) di perumahan Kota Modern yakni 1 (ruko) : 17 kepala keluarga (KK). Total ruko di Kota Modern saat ini baru berjumlah 325 unit, sementara Kota Modern sudah dihuni sebanyak lebih dari 6 ribu KK. “Jadi peluangnya masih sangat tinggi. Dan membuka usaha di ruko La Valetta jelas akan sangat menguntungkan,” papar Andy.

Ruko La Valetta, lanjut Andy, dipasarkan kepada pemakai (end user). Hal itu dilakukan agar ruko langsung terisi sementara jika dibeli oleh investor ruko tidak akan langsung diisi sehingga akan terlihat sepi. “Jika ada sisa baru kami pasarkan kepada investor,” ujar Andy seraya mengatakan ruko La Valetta cocok digunakan untuk kantor, tempat kursus, restoran/cafe, kantor cabang bank, dll.

Ruko La Valetta dibangun dalam jumlah terbatas yakni untuk tahap I sebanyak 22 unit. Nilai investasi yang disiapkan PT Modernland Realty Tbk. untuk membangun ruko La Valetta tahap I sebesar Rp 45 miliar. Ruko La Valetta terdiri atas 3 lantai berukuran lebar 4,5 m dan panjang 15 meter. Salah satu keistimewaan ruko La Valetta adalah lantai dasar tinggi floor to floor 4 m sehingga terkesan mewah.

PT Modernland Realty Tbk. memasarkan ruko La Valetta mulai dari harga Rp1,8 miliar. “Saya yakin ke depan harga ruko La Valetta akan meroket karena banyak faktor pendorong (blower) di Kota Modern. Jadi membeli ruko La Valetta sangat menguntungkan. Bisa dipakai untuk usaha dan mendapat keuntungan dari kenaikan harga ruko,” ujar Andy.

Lokasi ruko La Valetta sangat strategis, yakni di jantung kawasan perumahan Kota Modern seluas 470 hektar yang saat ini sudah dihuni lebih dari 6 ribu kepala keluarga (KK).

BERITA TERKAIT

Bank DKI Dukung Program Pembangunan UMKM

  NERACA   Jakarta - Bank DKI mendukung pengembangan Jakarta dengan menjadi bank pilihan untuk transaksi, UMKM dan mewujudkan masyarakat…

Kemiskinan vs Pembangunan

Miskin dan kaya, hampir sebagian besar pengertiannya selalu dikaitkan dengan ukuran-ukuran atau indikator material. Dalam tinjauan ilmu ekonomi misalnya, orang…

Bulog Sub Divre Cianjur Launching OP CBP - Adanya Kenaikan Harga Beras

Bulog Sub Divre Cianjur Launching OP CBP  Adanya Kenaikan Harga Beras NERACA Sukabumi - Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kemenperin-UNDP Susun Kebijakan Kelola Limbah Industri

NERACA Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian bersama Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa atau United Nations Development…

Eks Penangkap Benih Lobster di Lombok Panen Rumput Laut

NERACA Lombok- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diwakili Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, bersama-sama dengan pembudidaya rumput laut penerima…

Tahun 2018 - KKP Tetap Fokus Dukungan Pada Pembudidaya Ikan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap akan prioritaskan program dukungan langsung bagi pembudidaya ikan dalam pagu indikatif APBN…