KKP Segera Terapkan Sertifikasi Perbenihan - Tingkatkan Mutu Perikanan Budidaya

NERACA

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak hanya ingin meningkatkan produksi dan produktivitas perikanan budidaya yang berdaya saing, namun juga produk yang memenuhi standar mutu pangan (food safety). Karena itu, KKP segera menerapkan sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan guna menghasilkan produk yang menganut jaminan mutu.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, menuturkan untuk meningkatan produksi dan produktivitas perikanan budidaya, strategi yang ditempuh KKP adalah melakukan intensifikasi, ekstensifikasi maupun diversifikasi. Dalam mewujudkan industrialisasi perikanan budidaya, dibutuhkannya kegiatan penelitian, perekayasaan dan pertukaran informasi melalui gelar teknologi.

Dia menjelaskan, kehadiran varietas unggul perikanan budidaya diyakini dapat memacu produksi perikanan budidaya. "Sinergitas antara peneliti dan perekayasa dengan pemerintah, masyarakat pembudidaya dan pelaku usaha dapat menjadi memacu produksi dan produktivitas perikanan budidaya” kata Cicip seperti dikutip dari keterangan tertulis KKP, Senin (11/6).

Industrialisasi perikanan budidaya merupakan sektor yang paling cepat berkembang dibandingkan dengan sektor perikanan tangkap yang laju produktivitasnya dinilai semakin menurun disebabkan oleh kegiatan penangkapan yang dilakukan secara berlebihan atau over fishing. Hingga kini, perikanan budidaya memiliki potensi yang sangat besar kendati baru sebagian kecil saja yang dimanfaatkan. Cicip mencontohkan, potensi tambak seluas 2.963.717 ha, namun baru terealisasi 682.858 ha dan itupun sebagian besar menerapkan teknologi tradisional.

Lebih jauh dia mengatakan, potensi budidaya laut seluas 12.545.072 ha, dan baru terealisasi hanya 117.649 ha. Di samping itu, KKP telah menetapkan target produksi pada 2014 sebesar 16,89 juta ton untuk perikanan budidaya atau dapat dikatakan naik sebesar 353% dari produksi di 2009 yakni sebesar 4,78 juta ton.

Cicip menyadari, target tersebut terbilang sangat fantastis, namun dengan potensi yang ada, maka program dan kegiatan yang dilakukan harus nyata (riil) dan langsung menyentuh ke masyarakat pembudidaya. Dia mengemukakan, cara agar target 353% pada 2014 itu melalui pendekatan industrialisasi, dan ia pun optimis target tersebut dapat terealisasi karena produksi perikanan budidaya pada tahun 2011 telah mencapai 6,97 juta ton.

KKP mendorong industrialisasi udang pada tahap awal yang akan difokuskan di Pantai Utara Pulau Jawa. Pada 2012 akan dilakukan rehabilitasi/perbaikan saluran primer, sekunder dan tersier pada kawasan tambak seluas 20 ribu ha di enam kabupaten di Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. Diantara kawasan tambak tersebut sebagiannya yakni seluas 5 ribu ha diperuntukkan agar dapat menerapkan teknologi semi intensif. Untuk itu akan dilakukan perbaikan kontruksi tambak, seperti kedalaman dan pemasangan plastik mulsa, serta pengembangan kemitraan dengan swasta.

Sedangkan untuk pengembangan tambak udang di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur sepenuhnya melalui kemitraan pembudidaya dengan pihak swasta. Sementara itu, secara khusus kawasan industrialisasi di Kabupaten Gresik akan dilakukan melalui pola kemitraan pembudidaya dengan swasta sehingga dapat dioperasionalkannya minimal tambak dengan teknologi semi intensif. “Untuk perbaikan kontruksi dan operasional usaha dapat memanfaatkan pinjaman modal dari perbankan,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Perkuat Ekspor Perikanan, KKP Benahi Pergudangan dan Logistik

NERACA Gorontalo - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP),  Rifky Efendi…

13 Tol dengan Panjang 468 Kilometer Segera Beroperasi

      NERACA   Jakarta - Sebanyak 13 ruas jalan tol baru dengan total panjang mencapai 468,1 kilometer ditargetkan…

Lebih Efisiensi dan Menguntungkan, Sistem Bioflok Jadi Solusi Budidaya Ikan Masa Depan

NERACA Sukabumi –  Sistem budidaya ikan bioflok dianggap menjadi solusi budidaya untuk masa depan. Karena dengan bioflok lebih efisien untuk…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Laboratorium Pengujian di Era Disrupsi Teknologi

NERACA Jakarta -  Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Imam Haryono mengatakan saat ini, pemerintah Indonesia…

Terkait Kemajuan Digital - RI Dapat Topang Asia Jadi Garda Depan Transformasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 di kawasan Asia dinilai dapat membangkitkan kontribusi sektor manufaktur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi…

Ketahanan Pangan Harus Jadi Fokus Pembenahan

NERACA Jakarta – Salah satu hal yang layak untuk diprioritaskan dalam program para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden…