Kecewa Layanan BRI

Untuk diketahui kepada seluruh nasabah simpanan BRI terutama yang mempunyai tabungan Britama agar berhati-hati untuk memberikan kepercayaan terhadap BRI, karena pelayanan terhadap nasabah yang kurang profesional.

Saya sebagai nasabah BRI Britama di Cabang Jatibarang, sering melakukan penarikan di lain cabang/ unit online dan tidak ada masalah walau dibebani dengan biaya administrasi. Penarikan terahir 08 Des.2010 dengan menggunakan KTP baru bukan KTP saat pembukaan rekening.

Pada 25 Peb. 2011 saya akan melakukan penarikan di unit Klayan Cabang BRI Cirebon. Namun ditolak oleh teller dengan alasan nomor KTP yang tertera di buku tabungan tidak sesuai dengan No. KTP yang baru, karena KTP lama habis masa berlakunya.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah sistem online BRI demikian jeleknya? Menurut pengetahuan saya bahwa perubahan data statis itu urusan internal BRI bukan urusan nasabah.

Permasalahan tersebut sebenarnya masih bisa diatasi/dilakukan oleh seorang teller atau kepala unit untuk menghubungi dan sekaligus mengkonfirmasi kantor cabang dimana nasabah membuka rekening Britama.

Caranya menghubungi/mengirimkan copy KTP nasabah via fax atau E-mail, sehingga kantor cabang pembuka rekening dapat melakukan perubahan data statis. Dengan demikian petugas pelayanan BRI terlihat profesional dan dipercaya oleh nasabah.

Rachmat, Cirebon

Email: rahmat_vie1@yahoo.com

BERITA TERKAIT

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim akan mengevaluasi pokja…

Fokus Kembangkan Layanan - Traveloka Bantah BEI Soal Rencana IPO

NERACA Jakarta – Kabar rencana Traveloka bakal go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) direspon positif pelaku pasar. Apalagi, saat…

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Menggugah "Shadow Economy"

Oleh: Johana Lanjar Wibowo, Pemeriksa Pajak Pertama, Ditjen Kemenkeu Realisasi penerimaan pajak tahun 2018 mencapai Rp1.315,9 triliun. Angka ini sebesar…

Pilpres 2019: Benahi Ekonomi, Hapus Oligarki

Oleh: Sarwani Pilpres 2019 usai sudah.  Indonesia akan memiliki presiden hasil pilpres pada Oktober tahun ini. Banyak harapan yang dipikulkan…

Persatuan Bangsa Pasca Pemilu 2019 Mutlak Dibutuhkan untuk Kemajuan

  Oleh:  Aziz Kormala, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Kemerdekaan yang diperoleh Indonesia bukanlah pemberian tetapi hasil berjuang dengan penuh pengorbanan…