Tunas Baru Lampung Targetkan Penjualan Rp 4 Triliun

Neraca

Jakarta - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menargetkan penjualan hingga akhir 2012 sebesar Rp4 triliun. Sementara laba bersih ditargetkan bisa mencapai Rp500 miliar, “Net profit tahun ini Rp500 miliar dan tahun lalu Rp420 miliar," kata Wakil Presiden Direktur TBLA Sudarmo Tasmin di Jakarta, Selasa (5/6).

Dia menjelaskan, selain meningkatkan penjualan dan laba bersih, perusahaan juga berencana untuk mengonversi lahan kelapa sawit menjadi tebu dengan luas lahan sampai 15 ribu sampai 18 ribu hektar. Saat ini perusahaan memiliki lahan tebu 2.000 hektare (ha).

Rencananya, konversi bisnis tebu dan sawit akan berlangsung hingga lima tahun akan datang dengan kontribusi pendapatan sektor sawit masih mendominasi sebesar 60% dan 40% untuk tebunya.

Kata Sudarmo, perusahaan memastikan dengan adanya konversi itu, bisnis kelapa sawit tidak terganggu. Karena lahan kelapa sawit yang belum menghasilkan 25 ribu. Selain itu, perseroan menerbitkan obligasi II Tunas Baru Lampung dengan tingkat bunga tetap sebanyak-banyaknya Rp750 miliar."Kupon dari obligasi yang ditawarkan ini kisarannya antara 9-10,5 persen per tahun," kata Direktur PT CIMB Securities Indonesia, I Wayan Gemuh.

Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk investasi proyek pengolahan pabrik gula untuk anak usaha sebesar 35%, kemudian 35 % untuk modal kerja pabrik pengolahan gula, dan sisanya 30% untuk modal kerja perseroan.

Asal tahu saja, sebelum menerbitkan obligasi ada beberapa alternatif yang dipikirkan perseroan yaitu penerbitan right issue. Alasannya, karena rupiah sangat overlikuid, bunga obligasi juga sangat tertekan dan hasilnya perseroan lebih memilih untuk terbitkan obligasi dengan menjamin lima tahun, suku bunga tetap.

Masa penawaran awal akan dimulai pada hari ini hingga 18 Juni mendatang. Adapun yang menjadi penjamin emisi dari penerbitan obligasi ini adalah PT CIMB Niaga securities dan PT Mandiri Sekuritas.

Sebagai informasi, modal kerja persoan yang didapatkan dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk tambah lahan kebun sawit 4000-5000 hektar pertahunnya dan bangun pabrik di Palembang serta dermaga di pelabuhan Panjang di Lampung dengan nilai investasi Rp 100 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

FAST Targetkan Penjualan Rp 6 Triliun di 2018

NERACA Jakarta - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menargetkan penjualan sebesar Rp6,03 triliun pada 2018 atau tumbuh 10,% dibandingkan…

Andalan Finance Targetkan Pembiayaan Rp4,3 Triliun

NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance) melakukan penandatanganan perubahan kesembilan perjanjian pemberian fasilitas perbankan yaitu fasilitas term…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…