Diawal Pekan Indeks BEI Menguat Terbatas

Senin, 21/03/2011

NERACA

Jakarta – Menutup perdagangan akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 9,86 poin karena tertahan masih dibatasi kekhawatiran investor terhadap dampak Jepang. IHSG BEI ditutup terangkat 0,28% menjadi 3.494,07 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga naik 1,46 poin atau 0,24% ke posisi 621,21.

Analis Riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, IHSG menutup perdagangan akhir pekan dengan rebound 0,28% ditutup pada 3.494,07. Kenaikan indeks relatif dibatasi oleh kekhawatiran investor akan dampak dari bencana alam Jepang yang masih akan membayangi perekonomian dunia untuk beberapa waktu mendatang. “Bencana tsunami dan kerusakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Jepang menjadi topik utama selama sepekan dan diperkirakan masih akan menjadi fokus investor pekan depan disamping juga laporan kinerja emiten 2010," katanya di Jakarta, Minggu (20/3).

Oleh karena itu, mengawali pekan ini, Senin (21/3) indeks diprediksikan akan bergerak “mixed” dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran support-resistance hari ini 3.470-3.516.

Sebelumnya, pembukaan perdagangan Jum’at (18/3) akhir pekan kemarin, IHSG dibuka menguat 14,34 poin atau 0,41% ke posisi 3.498,55 poin dan kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ45) juga naik 3,69 poin (0,59%) ke level 623,44.

Menurut Purwoko Sartono, setelah kemarin indeks BEI mengalami tekanan menyusul masih berlanjutnya sentimen negatif dari bursa regional yang dipicu anjloknya bursa Jepang yakni indeks Nikkei 225, indeks BEI berbalik arah dipicu bursa Jepang dan regional yang bergerak positif. “Tekanan terhadap indeks akhir pekana cenderung berkurang. Selain mendapat sentimen dari bursa regional. Kami melihat sentimen dari laporan kinerja emiten 2010 akan menjadi pendorong gerak indeks," ungkapnya.

Dia menambahkan, perlu juga dicermati harga komoditas yang masih akan mengalami fluktuatif untuk beberapa waktu mendatang. ”Fluktuatif-nya harga komoditas dapat memberi sentimen negatif pada indeks BEI, terutama pada saham yang bergerak di sektor komoditas," tambahnya.

Selain itu kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang serta krisis geopolitik di Timur Tengah dapat menyebabkan investor kembali melepas portofolio mereka terlebih dahulu.

Sementara itu, Vice President Erdhika Elite Securities Muhammad Reza menambahkan, indeks bergerak dalam area positif dipicu beberapa sentimen positif datang dari dalam negeri kendati tidak terlalu signifikan. Hal itu seperti laporan keuangan emiten yang mayoritas positif dan pembagian dividen. “Laporan keuangan emiten yang positif dan diperkirakan emiten akan membagikan dividen akan menjadi sentimen positif untuk indeks BEI menguat kembali," ujarnya.

Sedangkan bursa regional seperti di Hang Seng menguat 60,91 poin (0,27%) ke level 22.350,41, Indeks Nikkei-225 naik 163,64 poin (1,83%) ke level 9.126,31 dan Indeks Straits Times menguat 9,91 poin (0,34%) ke level 2.952,79.

Sementara pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup menguat 15,739 poin (0,45%) ke level 3.499,949. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,042 poin (0,49%) ke level 622,794. Investor kembali memburu saham-saham unggulan yang sudah murah, menyusul pulihnya bursa-bursa di Asia secara perlahan.

Pernyataan para menteri keuangan yang tergabung dalam G7 untuk membantu pemulihan Jepang menjadi katalis penggerak bursa-bursa regional. Dana asing mulai kembali masuk ke lantai bursa, meski jumlahnya belum terlalu tinggi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 49.684 kali pada volume 1,506 miliar lembar saham senilai Rp 1,810 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 61 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 47.350, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 40.200, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 400 ke Rp 13.200, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 25.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 15.900, Surya Citra (SCMA) turun Rp 200 ke Rp 3.750, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 150 ke Rp 3.850, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 100 ke Rp 6.550.

Kemudian diakhir perdagangan, IHSG BEI ditutup terangkat 0,28% menjadi 3.494,07, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga naik 1,46 poin atau 0,24 persen ke posisi 621,21.Investor kembali memburu saham-saham unggulan yang sudah murah menyusul pulihnya bursa-bursa regional. Namun penguatan yang dicetak IHSG tidak sekencang bursa Asia akibat aksi jual menjelang penutupan perdagangan.

Bahkan, indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 3.476,645 sesaat sebelum penutupan. Sampai akhirnya indeks kembali menanjak kembali ke zona hijau. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 91,357 kali pada volume 3,787 miliar lembar saham senilai Rp 4,297 triliun. Sebanyak 127 saham naik, 65 saham turun, dan 82 saham stagnan. Mayoritas bursa regional masih bertahan di zona positif, namun bursa Singapura akhirnya terjebak di zona merah. Bursa Jepang yang sudah dijanjikan bantuan oleh G7 melaju dengan kencang.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.050 ke Rp 41.750, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.850 ke Rp 48.250, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 25.950, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 54.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 15.600, Surya Citra (SCMA) turun Rp 250 ke Rp 3.700, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 225 ke Rp 3.275, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 200 ke Rp 6.450. (bani)