Underwriter Garuda Bernafas Lega Lepas Dari Rugi - Saham Garuda Laris Terjual

Neraca

Jakarta– Penjamin emisi penawaran saham perdana PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bisa bernafas lega setelah sisa saham Garuda terjual laris oleh pemilik Trans Airways, Chairul Tanjung senilai Rp 1,53 triliun. Maka dengan penjualan tersebut, ancaman kerugian underwriter (penjamin emisi) Garuda bisa dihindari.

Sebut saja, PT Bahana Securities mengantongi dana segar sebesar Rp 577,22 miliar hasil penjualan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebanyak 931.038.225 saham atau 4,12% kepemilikkan saham di GIAA.

Direktur Utama Bahana Securities Eko Yuliantoro mengatakan, penjualan saham Garuda kepada Trans Airways di harga Rp620 per saham, “Kesepakatan harga jual Rp620 per saham ini didasarkan pada surat penawaran yang diajukan oleh pembeli tertanggal 12 April lalu berdasarkan harga penutupan pada 11 April 2012 yang ditutup pada harga Rp600 per saham atau menawar premium sebesar 3,3%,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, jka dihitung berdasarkan harga rata-rata penutupan selama 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan yang lalu maka harga tersebut menawarkan premium berturut-turut sebesar 1,7%, 4,4% dan 22%.

Dalam penjualan saham ini, Bahana bersama Mandiri Sekuritas dan Danareksa telah menunjuk dan menugaskan Morgan Stanley sebagi Financial Advisor untuk melakukan proses penjualan saham GIAA, yang telah melaksanakan proses penjualan saham GIAA ini sesuai dengan market practice yang berlaku di pasar modal dengan menyampaikan penawaran kepada sejumlah potensial investor.

Jika dihutung bersama dengan Danareksa dan Mandiri Sekuritas, total penjualan saham dilakukan sekitar 2,321 miliar saham atau 10,27% kepemilikan saham di GIAA. Namun, Eko mengaku tak tahu menahu apakah kedua sekuritas pelat merah tersebut juga melepas seluruh saham GIAA milik mereka. Harga yang terjadi pun masih sebesar Rp620 per saham.

Sementara PT Danareksa Sekuritas menjual seluruh saham Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kepada Trans Airways di harga Rp620 per saham,” Kami melepas saham Garuda bersama-sama dengan Bahana dan juga Mandiri. Dengan begitu mulai hari ini Trans Airways memiliki 10,27% saham GIAA. Kami dan Bahana kan belum pernah lepas saham seperti Mandiri,” ujarnya.

Lebih lanjut Marciano menuturkan, selama ini Danareksa memiliki sekitar 966 juta saham GIAA. Artinya, dalam aksi korporasi tersebut, Danareksa mendapatkan dana segar mencapai Rp 598,920 miliar.

Asal tahu saja, broker Credit Suisse Securities Indonesia (CS) memfasilitasi pembelian saham PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) oleh pemilik sekaligus Chairman CT Corp, Chairul Tanjung senilai Rp 1,53 triliun.

Transaksi dilakukan sebanyak empat kali di pasar negosiasi pada harga Rp 620 per lembar. Sekuritas lain yang menjadi pihak penjual adalah Mandiri Sekuritas (CC), Danareksa Sekuritas (OD), dan Bahana Securities (DX). Total saham yang dibeli sebanyak 4.933.931 lot atau setara 2.466.965.500 lembar. Jumlah saham yang akan dibeli CT sebanyak 10,9%

Sebanyak 800.000 lot dibeli dari Mandiri Sekuritas, 1.997.226 lot dari Danareksa Sekuritas dan sebanyak 2.136.705 dari Bahana Securities. Ketiga sekuritas pelat merah itu terpaksa menyerap saham perdana Garuda yang tidak terserap investor sejak IPO hingga sekarang ini. Laporan keuangan ketiganya terbebani karena selain sahamnya tidak laku, harganya pun terus 'tiarap' di pasar. Ketiga sekuritas tersebut bisa lega karena akhirnya saham Garuda laku terjual. (bani)

Related posts