Kalbe Farma Siap Rebut Pasar Indofarma - Genjot Produksi Obat Generik

Neraca

Jakarta – Dalam rangka merebut pasar obat generik yang diyakini akan meningkat permintaannya pasca diberlakukannya sistem asuransi kesehatan nasional pada 2014, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan meningkatkan produksi obat generik seiring diselesaikannya pabrik di generik di Cikarang.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, pabrik baru di Cikarang didirikan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan obat generik menyabut BPJS I, “Kita sudah selesaikan pabrik obat generik di Cikarang dan siap merebut pasar obat generik di Indonesia,”katanya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga sedang membangun fasilitas produksi untuk produk obat kanker dengan harga yang terjangkau. Kemudian untuk kinerja triwulan pertama 2012, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih 27,7%. Laba bersih Kalbe Farma naik jadi Rp 403 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 316 miliar.

Kenaikan laba juga mempengaruhi harga saham sehingga naik jadi Rp 43 per lembarnya.“Ini merupakan awal yang baik menuju tercapainya target pertumbuhan penjualan bersih 2012 sebesar 18–20% dan pertumbuhan laba bersih per saham 10–15% pada kisaran Rp 173-180 per lembar saham.”ungkapnya.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian (unaudit) untuk periode yang berakhir 31 Maret 2012, Kalbe membukukan penjualan bersih sebesar Rp 3 triliun, Naik 27,7% dibandingkan dengan laba triwulan pertama 2011 yaitu Rp 2,3 triliun. Pengendalian biaya produksi, harga bahan baku yang relatif stabil dan penyesuaian harga jual membuat laba kotor Kalbe mengalami peningkatan.

Divisi Obat Resep merupakan kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan, yakni 26% dari total penjualan bersih atau Rp 780 miliar. Sementara Divisi Produk Kesehatan menyumbang 15% atau Rp 464 miliar penjualan bersih berkat produk minuman kesehatan siap saji seperti air kelapa kemasan Fatigon Hydro dan jus Tipco.

Indofarma Bangun Pabrik

Sebelumnya, pesaingnya dan juga leader market obat generik PT Indofarma Tbk (INAF) berencana membangun pabrik farmasi di Kazakhstan. Langkah ini dilakukan guna peningkatan dan ekspansi penjualan obat-obatan di wilayah Eropa Timur dan sekitarnya.

Direktur Riset dan Pemasaran INAF, Elfiano Rizaldi mengatakan penjajakan ini diutarakan saat Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev berkunjung Indonesia beberapa waktu lalu, “Perseroan telah memulai pembicaraan awal saat pemimpin Kazakhstan itu berkunjung ke Indonesia. Nanti pada 22 Mei 2012 kami akan melakukan kunjungan balasan ke sana untuk melihat potensinya,” kata Elfiano.

Menurutnya, potensi pasar disana tidak terlalu besar di bandingkan di Indonesia. Hanya saja, langkah ini sebagai pintu awal ekspansi perseroan di kawasan Eropa dan negara sekitarnya. Rencananya, pembangunan pabrik tersebut akan join venture dengan BUMN farmasi negara Kazakhstan.

Terkait kinerja, pada tahun ini perseroan menargetkan penjualan senilai Rp1,4 triliun atau tumbuh 16,67% dibandingkan dengan perolehan 2011 sebesar Rp1,2 triliun. Seiring dengan kenaikan penjualan, perseroan juga membidik laba bersih mencapai Rp75 miliar dibandingkan raihan pada tahun lalu senilai Rp36,9 miliar. (bani)

Related posts