Telkom Masuki Potensi Pasar Ekspedisi

Guna mendukung bisnis ekspedisi, PT Telkom Indonesia Tbk dan PT Telkomsigma menawarkan solusi teknologi informasi (TI) bagi pelaku bisnis ekspedisi dan forwarding di Indonesia. Solusi yang ditawarkan perseroan adalah pelaynanan GPS (Global Positioning System) dan layanan TelkomCloud

Kata Direktur Utama Telkomsigma Rizkan Chandra, melalui solusi berbasis TI diharapkan seluruh aktivitas dapat dipercepat dan pengambil keputusan dan dapat menentukan strategi bisnis dengan lebih cepat, “Nantinya kehadiran GPS akan membantu mendistribusikan barang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan pasar,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (25/4).

Hanya saja, kata Rizkan, jika produk yang didistribusikan jumlah dan jenisnya sedikit, akan sangat mudah untuk dipantau. "Bila jumlah yang diekspedisikan sedikit, akan mudah untuk di-tracking. Namun, jika skalanya sudah semakin besar tentu tidak mungkin seluruh kegiatan dilakukan secara manual," katanya.

Dia menuturkan, tren penggunaan GPS merupakan salah satu contoh solusi TI yang diimplementasikan oleh industri distribusi dan transportasi. Penggunaan GPS dilatarbelakangi oleh adanya dinamika pasar yang menuntut kecepatan demand serta supply, sehingga membuat proses bisnis harus dapat mengimbangi kecepatan dinamika pasar agar dapat bersaing di industri.

Menurutnya, dinamika pasar itu, menurutnya harus disikapi oleh industri ekspedisi dan "forwarder" secara tepat, karena industri ekspedisi dan "forwarder" memiliki peran penting dalam proses distribusi barang dan jasa.

Sementara itu, TelkomCloud lanjut Rizkan menawarkan solusi terintegrasi berbasis "cloud computing" dengan biaya investasi yang sangat minimal. Tanpa perlu belanja modal (capex) untuk penyediaan "hardware", "software", "network" ataupun struktur, serta infrastruktur pusat data, perusahaan dapat mengimplementasikan TI dengan hanya membayarkan biaya operasi terhadap penggunaan berbagai komponen TI tersebut. "Selain itu, perusahaan tidak perlu dipusingkan oleh masalah TI yang rumit, tanpa harus khawatir dengan kesesuaian dengan regulasi pemerintah dan tidak perlu cemas dengan masalah koneksi jaringan," tuturnya. (bani)

Related posts