Astra Graphia Bukukan Laba Bersih Tumbuh 56,12% - Kinerja Kuartal Pertama

NERACA

Jakarta – Sepanjang kuartal pertama 2012, PT Astra Gaphia Tbk (ASGR) membukukan laba bersih mencapai Rp 34 miliar atau naik 56,12% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 22 miliar.

Presiden Direktur Astra Graphia (ASGR) Lukito Dewandaya mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan perseroan di kuartal-I 2012 sebesar Rp 423,43 miliar atau naik sekitar 24,6% jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 314,5 miliar.

Sementara itu, dia menyebutkan, pendapatan dari penjualan dan proyek berdasarkan konstruksi mencapai Rp 195,83 miliar. "Kalau pendapatan sektor sewa dan jasa perbaikan mencapai Rp 114,77 miliar dan pemeliharaan sebanyak Rp 68,78 miliar,”katanya di Jakarta, Rabu (25/4).

Selain itu, perseroan juga mencatat pendapatan dari bahan pakai dan jasa alih daya mencapai Rp 42,61 miliar. Hingga 31 Maret 2012, perseroan mencatat total aset sebesar Rp 1,076 triliun atau menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,126 triliun.

Kemudian belanja modal tahun ini, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 300 miliar. Dari dana belanja modal tersebut, sekitar Rp 175 miliar akan digunakan untuk pengembangan binis Astra Graphia Document Solutions (AGDS) dan sisanya Rp 125 miliar untuk pengembangan Astra Graphia Information Technology (AGIT). "Dana yang dianggarkan dalam capex tahun ini di luar dana untuk ekspansi bisnis atau biaya proyek baru,"kata Direktur ASGR Calvin Lim Eng Poh menyebut,

Menurut Calvin, belanja modal itu ditujukan untuk pertumbuhan organik, seperti biaya pengembangan kantor cabang yang sudah ada, pembiayaan rental dan kebutuhan penambahan peralatan internal.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan sudah menambah dua kantor cabang di Banjarmasin dan Surabaya, dengan 3 titik layanan. "Sehingga sampai saat ini, kami sudah memiliki 79 layanan titik jaringan yang tersebar di 27 kantor cabang," ujar Calvin.

Adapun, pembiayaan capex akan menggunakan kas internal dan pinjaman dari Bank. "Jika kas internal kami tidak menunjang untuk ekspansi proyek, sudah ada 6-7 bank-bank swasta maupun asing yang siap mengeluarkan pinjaman untuk kami," ujar Calvin.

Bagikan Dividen

Perseroan juga membagikan dividen sekitar 60% dari laba bersih perseroan tahun buku 2011 yang tercatat sebanyak Rp 139 miliar. Nilai dividen sendiri disetujui pemegang saham sebesar Rp 62 per lembar saham.

Nilai total dividen yang dibagikan perseroan, menurut presiden direktur Astra Graphia Lukito sudah termasuk dividen interim yang sudah dibagikan perseroan pada 15 November 2011 sebesar Rp 12 per lembar saham. "Sementara untuk dividen tunai sisanya akan kami bagikan pada 1 Juni mendatang," ujarnya.

Nilai total dividen tahun buku 2011 meningkat sekitar 77% jika dibandingkan nilai total dividen yang dibagikan pada 2010, dimana perseroan membagikan dividen sekitar 40 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2010 yang tercatat sebesar Rp 118 miliar atau sebanyak Rp 47,2 miliar. (didi)

Related posts