Suku Bunga BI Turun Bawa IHSG Menguat

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/2) sore ditutup menguat usai Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya. IHSG ditutup menguat 13,7 poin atau 0,23% ke posisi 5.942,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 4,15 poin atau 0,43% menjadi 968,54.”Sentimen positif bagi IHSG adalah pemangkasan 7-DRRR (Day Reverse Repo Rate) sebanyak 25 bps menjadi 4,75%," kata analis Indopremier Sekuritas, Mino di Jakarta, kemarin.

Secara sektoral, lima sektor meningkat dimana sektor pertambangan naik paling tinggi yaitu 1,62%, diikuti sektor konsumer dan sektor manufaktur masing-masing 0,81% dan 0,39%. Sedangkan lima sektor terkoreksi dengan sektor properti turun paling dalam yaitu minus 0,58%, diikuti sektor pertanian dan sektor industri dasar masing-masing minus 0,51% dan minus 0,19%.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp168,41 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 464.337 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,92 miliar lembar saham senilai Rp6,89 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 209 saham menurun, dan 156 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei ditutup menguat 78,5 poin atau 0,34% ke 23.479,2, Indeks Hang Seng melemah 46,6 poin atau 0,17% ke 27.609,2, dan Indeks Straits Times melemah 15,03 poin atau 0,47% ke 3.198,68. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 12,66 poin atau 0,21% ke posisi 5.941,45. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 3,6 poin atau 0,37% menjadi 967,99.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, rencana pengenaan tarif cukai bagi produk plastik dan minuman berpemanis, mendorong pemodal saham dapat bereaksi atas dampak bagi kinerja sektor tersebut.”Namun untuk sementara ini, sentimen tersebut diperkirakan dapat tereliminir oleh katalis positif dari pasar global terutama saham AS pada perdagangan Rabu yang ditutup menguat. Faktor ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali apresiasi hari ini," ujar Alfiansyah.

Pemerintah akan menerapkan cukai terhadap produk plastik secara keseluruhan, bukan hanya kantong plastik. Pemerintah bersama DPR menyepakati untuk menerapkan cukai untuk ke banyak obyek cukai, bukan hanya kepada kantong plastik, minuman berpemanis, dan emisi. Kendati demikian Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berencana untuk mengatur ulang kebijakan mengenai penerapan cukai ini. Pasalnya, situasi ekonomi yang tengah bergejolak ini, penerapan perluasan cukai akan menjadi beban kepada masyarakat luas.

Untuk itu pemerintah akan melakukan lagi redesigning dari kebijakan itu, yang harus dilakukan secara hati-hati baik mengenai waktunya dan tarif produk yang dikenakan.

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Lewat Aplikasi SIPTL

Dalam pengelolaan negara, prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi hal mutlak guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat dan termasuk mencegah adanya potensi…

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Dibandrol Mulai Rp 1 Miliar - Kota Modern Pasarkan Kavling Siap Bangun

Perumahan skala kota (township) Kota Modern yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. di Kota Tangerang, memasarkan kavling siap bangun di…