Diamond Citra Siapkan Capex Rp 120 Miliar - Akuisisi Lahan di Lebak Bulus

NERACA

Jakarta – Mengantungi dana segar hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 218,99 miliar, emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) langsung tancap gas dengan rencana mengakuisisi lahan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dimana untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 120 miliar.

Kata Sekretaris Perusahaan Diamond Citra, M. Reza, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 120 miliar. “Belanja modal kami ada di kisaran Rp120 miliar atau separuh dari omzet tahunan kami. Dana itu sebagian besar akan kami pakai untuk mengakuisisi tanah di Lebak Bulus, Jakarta Selatan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga mengakuisisi lahan di Bogor seluas 3,7 hektare pada tahun ini yang mencapai Rp199 miliar. Sementara Direktur Utama Diamond Citra Propertindo, Adam Bilfaqih menjelaskan, akuisisi lahan dilakukan melalui entitas usaha yakni PT Arba Propertindo (ARBA).”Kami sudah menguasai lahan seluas 3,7 hektare dengan ijin lokasi mencapai 6 hektare. Kami akan memulai pembangunan di lahan itu pada 2021,” ungkapnya.

Perseroan, lanjutnya, berencana membangun kawasan Superblok di daerah Bogor itu. DADA mengestimasikan jangka waktu pembangunan selama 6 sampai 7 tahun ke depan. Dari proyek itu, setidaknya, DADA bisa memperoleh dana penjualan sebesar Rp2 triliun.

Tahun ini, kata Adam Bilfaqih, perseroan membidik marketing sales hingga Rp 250 miliar atau tumbuh dari marketing sales tahun sebelumnya diperkirakan hanya Rp 80 miliar. Dimana penjualan tersebut dikontribusikan dari Dave apartemen dan Apple Residence di TB Simatupang. Dirinya menambahkan,, Dave Apartemen saat ini sudah 80% terjual. Dari yang sudah terjual itu 500 unit sudah diserahterimakan. Sementara 20% sisanya akan dimaksimalkan tahun ini.

Untuk Apple Residence di TB Simatupang, rencananya akan diserahterimakan sekitar bulan Oktober atau November 2020. Saat ini proyek tersebut sudah masuk proses finishing. Melihat kondisi ini, DADA tidak begitu khawatir dengan PSAK 72 yang mulai diterapkan sejak awal tahun ini. Asal tahu saja, PSAK 72 menetapkan perusahaan bisa mengakui pendapatan apabila proyek yang dikerjakannya sudah dilakukan serah terima. Apalagi, DADA juga akan melakukan penjualan dan handover rumah tapak kepada pembeli.

Pada perdagangan perdananya saham DADA melonjak 69,61% atau 71 poin ke harga Rp 173 per saham, sehingga terkena auto reject atas (ARA). Dalam debutnya, saham DADA mencatatkan frekuensi sebanyak 12 kali dengan volume 3.273 saham dan nilai transaksinya mencapai Rp 56,62 juta. Diamond Citra Propertindo menjadi emiten ke-13 yang listing di BEI sepanjang 2020.

Direktur Shinhan Sekuritas Indonesia, Satrio Hadi Waskito menyampaikan, selama masa penawaran umum kliennya memperoleh minat yang cukup positif karena kelebihan permintaan 2,5 kali. Disebutkan, seluruh dana yang diperoleh sebesar Rp 218,99 miliar dari IPO ini digunakan untuk meningkatkan setoran modal di entitas anak, yaitu PT Arba Propertindo untuk mengakuisisi lahan di Bogor dan sisanya untuk modal kerja.

BERITA TERKAIT

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…