Tahun Ini, Valbury Asia Incar Empat Emisi Rp1,2 Triliun - Tangani IPO Kobexindo

NERACA

Jakarta - Perusahaan efek dan penjamin emisi, PT Valbury Asia Securities (VAS), mengincar empat emisi baru sepanjang tahun 2012. Keempat emisi tersebut terdiri atas satu emisi obligasi senilai Rp500 miliar dan sisanya tiga emisi saham melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp700 miliar.

"Ada empat emisi. Nilai total sampai Rp1,2 triliun. Akan tetapi, jatah kami di kisaran Rp800 miliar hingga Rp1 triliun," kata Direktur Utama VAS, Sherman Rana Krisna, di Jakarta, Kamis (19/4).

Menurut dia, saat ini salah satu rencana emisi yang ditangani pihaknya adalah rencana IPO PT Kobexindo Tractors, perusahaan distributor alat berat, yang berencana melepas 20%-30% saham dengan target dana senilai Rp400-500 miliar.

Sherman menjelaskan, Kobexindo sudah melakukan paparan singkat (mini expose) ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sekarang sudah masuk tahapan pendaftaran izin listing ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

"Jika berjalan lancar, mungkin bisa terealisasi pada pertengahan kuartal II tahun ini. Uang hasil IPO ini nantinya akan digunakan untuk perluasan usaha dan membuka sejumlah cabang di Indonesia," ungkap dia.

Untuk menangani IPO Kobexindo, VAS tidak sendirian. Penjamin emisi dari sejumlah sekuritas pun ikut bergabung. Dari IPO kali ini, selain investor domestik, Kobexindo juga menyasar investor dari luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

Sherman menambahkan, beberapa emisi lainnya yang akan ditangani VAS diharapkan bisa rampung pada kuartal III-2012. Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya terus mengincar beberapa perusahaan yang bisa mereka tangani.

"Ke depan, kami mengincar perusahaan sektor consumer product, karena memberikan potensi yang baik. Sebab, di Indonesia, sektor itu berpotensi untuk terus berkembang, bahkan terus meningkat. Selain itu, sektor tersebut juga sesuai dengan rencana yang tercatat di pipeline perusahaan," tukas dia.

Sementara itu, untuk emisi obligasi, emiten yang akan ditangani VAS berasal dari sektor properti, dengan nilai emisi sebesar Rp500 miliar. Menurut rencana, emisi obligasi ini akan diterbitkan pada September 2012 mendatang.

Spin Off

Sementara anak usaha VAS, PT Valbury Asset Management (VAM), menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) mencapai Rp50-100 miliar pada akhir tahun ini. Kendati demikian, hal itu akan bergantung pada jadi atau tidaknya VAM spin off (pemisahan).

Dia kembali menjelaskan, saat ini VAS masih jalan di tempat dan belum bisa meluncurkan produk baru. Hal tersebut dikarenakan belum dilakukannya pemisahan unit usaha. Dia juga berharap, rencana spin off ini dapat terealisasikan pada Juni 2012 mendatang.

"Mudah-mudahan Juni, tergantung kesiapan kami," tegas dia. Menurut Sherman, VAM harus melengkapi komposisi direksi perusahaan yang kosong untuk pemisahan unit usaha, sesuai aturan Bapepam-LK. Saat ini, sudah ada calon direktur dan sedang uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Meskipun begitu, jika spin off tahun ini tidak terealisasi, maka diharapkan VAM bisa mempertahankan AUM di level Rp30 miliar.

Pasca- spin off, pihaknya telah menyiapkan dua produk reksa dana baru yang siap diluncurkan, yakni jenis reksa dana campuran dan reksa dana pasar uang. “Dengan dua produk baru tersebut, kami yakin bisa mendongkrak nilai AUM. Apalagi pasar sedang baik. Tingkat bunga tabungan di perbankan cukup rendah. Jadi optimis kalau investor orang lebih suka menempatkan dananya di pasar modal, termasuk reksa dana,” tutur Sherman.

Terkait prediksi indeks harga saham gabungan (IHSG), dirinya optimis bahwa IHSG berada di level 4.500 hingga akhir tahun ini. Sedangkan pesimisnya, Sherman memperkirakan masih di atas level 4.000. “Meski Eropa dan Amerika Serikat masih krisis, toh, IHSG cenderung terus tumbuh. Kalau pun turun, ya, di kisaran 4.200,” tutupnya. [ardi]

Related posts