Syarat Direksi BEI Baru Pasang Target Investor dan Emiten

Neraca

Jakarta – Memasuki masa pergantian direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru pada pertengahan tahun nanti, banyak segudang pekerjaan rumah yang harus dibenahi direksi BEI baru terhadap kemajuan industri pasar modal, salah satunya menambah jumlah emiten.

Kata Komisaris Utama BEI I Nyoman Tjager, pengurusan BEI baru harus lebih baik dan termasuk penambahan jumlah investor dan emiten yang lebih signifikan, “Selama ini BEI dibawah kepemimpinan Ito Warsito kurang menggigit dan kalaupun ada kecenderungan kenaikan jumlah emiten, tetapi tidak terlalu signifikan,”katanya di Jakarta, Rabu (18/4).

Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida, syarat pertama menjadi direksi BEI adalah bagaimana mampu meningkatkan jumlah emiten dan direksi terpilih juga harus meyakinkan komite bagaiman menambah jumlah investor,”Tugasnya meningkatkan jumlah emiten. Jangan segini-segini saja. Juga menambah jumlah investor. Yang sekarang belum signifikan," tandasnya.

Syarat lain, direksi mampu mengamankan kegiatan pasar modal yang selama ini banyak ditemukan kejadian pembobolan dana investor oleh oknum atau kenakalan yang kerap dilakukan emiten.

Oleh karena itu, dia menuturkan, pada pemilihan kursi nomor satu BEI, Bapepam-LK juga akan menyeleksi secara ketat. Akan ada aturan baru penilaian kinerja secara terukur dalam bentuk key performance indicator (KPI). "Harus ada rencana KPI. Indikasi pencapaian. Ini dilakukan secara tahunan. Nanti akan ada triwulanan. Namun pencapaian juga harus rasional. Intinya mewujudkan cita-cita untuk jadi lebih baik," tegas Nurhaida.

Kata Nurhaida, saat ini dirinya belum menerima secara resmi paket direksi BEI yang akan maju, “Hingga pertengahan April, belum ada paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang secara resmi mendaftar ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK),”tuturnya.

Meskipun demikian, dirinya sudah mendengar jika sudah terbentuk paket-paket yang akan maju dalam bursa pemilihan direksi BEI. Selanjutnya, pihaknya juga akan segera membentuk tim guna menyiapkan proses pemilihan direksi BEI. Panitia ini nantinya akan berperan sebagai komite yang melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

Sebagai informasi, Pada pergantian kali ini, proses pemilihan direksi akan dilaksanakan secara berbeda. Jika sebelumnya direksi BEI dipilih anggota bursa, kali ini yang akan memilih adalah Bapepam-LK. Artinya, anggota bursa hanya mengirimkan paket-paket direksi pilihan mereka ke Bapepam-LK. Dan kemudian, Bapepam-LK yang memilih serta menentukan paket direksi tersebut.

Peraturan baru dari Bapepam-LK Nomor III.A.3 tentang Direktur Bursa Efek telah mengubah proses pemilihan direksi baru. Dalam Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP-54/BL/2012 disebutkan bahwa pemilihan direksi BEI akan dilaksanakan oleh Bapepam-LK.

Nantinya, pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) hanya mengangkat paket direksi yang telah dipilih oleh Bapepam-LK tersebut. Batas waktu untuk pendaftaran paket direksi sendiri akan ditutup pada 2 Mei mendatang. (bani)

Related posts