Anak Usaha ASRI Kantongi Izin Perubahan - Penerbitan Surat Utang

NERACA

Jakarta - Alam Synergy Pte. Ltd. (ASPL), anak perusahaan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mengantongi izin permohonan persetujuan (consent solicitation) perubahan atas dua surat utangnya. Perubahan yang diajukan adalah pembatasan indenture terkait masing-masing surat utang 2021 dan 2022.”Perubahan-perubahan tersebut akan memberikan fleksibilitas bagi perusahaan,”kata Sekretaris Perusahaan ASRI, Tony Rudiyanto dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan, surat utang 2021 adalah surat utang dengan nilai US$ 175 juta dan memiliki suku bunga tetap 11,5% per tahun yang diterbitkan 22 Januari 2019 dan jatuh tempo 2021. Sementara surat utang 2022 adalah surat utang senilai US$ 245 juta dengan bunga 6,63% per tahun yang telah diterbitkan 24 Oktober 2016 oleh ASPL, serta surat utang lanjutan dengan jumlah US$ 125 juta yang diterbitkan 8 Mei 2019 dan jatuh tempo pada 2022

ASPL pada 17 Januari 2020 mengajukan consent solicitation untuk mengubah syarat dan ketentuan dalam surat utang 2021 dan surat utang 2022. Serta memberikan insentif kepada pemegang surat utang yang menyetujui perubahan terhadap ketentuan tersebut. Pengajuan tersebut mendapat persetujuan 97,57% dari pemegang surat utang 2021 dan 95,96% dari pemegang surat utang 95,96% dari surat utang 2022. Consent solicitation diumumkan melalui Singapore Exchange Securities Trading Limited.

Sebagai informasi, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) melalui anak usahanya Alam Synergy Pte Lte, mengajukan permohonan persetujuan (consent solicitation) untuk mengamandemen syarat dan ketentuan dua surat utang (global bond) yang telah diterbitkan. Aksi ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menggalang dana jangka panjang hingga US$ 185 juta.

Dua global bond Alam Synergy yang akan diamandemen kontraknya adalah senior notes senilai US$ 175 juta dengan bunga 11,5% yang jatuh tempo 2021 dan senior notes senilai US$ 370 juta dengan bunga 6,625% yang jatuh tempo 2022. Sesuai rencana, amandemen akan mengubah sejumlah kontrak tertentu pada global bond, yang memungkinkan Alam Sutera, sebagai induk penjamin memiliki fleksibilitas dalam meraih pembiayaan (long-term secured financing) hingga US$ 185 juta. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pelunasan kembali hutang (refinancing).

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Peran Teknologi Mampu Pangkas Disparitas Pendidikan

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital mempunyai nilai plus dan minus. Namun hal tersebut bagaimana kita menyikapinya. Begitu juga dengan dunia pendidikan,…

Hadir di Muslim Fashion Festival - BNI Syariah Tebar Beragam Promo Menarik

BNI Syariah menawarkan beberapa promo menarik dalam acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. MUFFEST 2020 diselenggarakan di Cendrawasih Room dan…

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…